TARAKAN – Lonjakan penumpang angkutan laut mulai terasa menjelang arus mudik Lebaran 2026. Tiket kapal dari Pelabuhan Tarakan bahkan sudah hampir habis terjual untuk beberapa jadwal keberangkatan utama. Diketahui, masa angkutan Lebaran tahun ini telah dimulai sejak 6 Maret hingga 6 April 2026.
Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Tarakan Ferdy Ronny Masengi menerangkan, selama periode tersebut, Pelni menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan pelayanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga. Lanjutnya, secara nasional, Pelni menyiapkan sekitar 55 armada kapal yang terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani mobilitas masyarakat selama periode mudik.
“Kami sudah menyiapkan skema layanan angkutan Lebaran sejak 6 Maret sampai 6 April 2026. Seluruh armada disiapkan agar masyarakat yang hendak mudik bisa terlayani dengan baik. Khusus di Pelabuhan Tarakan, Pelni menyiapkan empat armada yang terdiri dari dua kapal penumpang, satu kapal perintis, serta satu kapal rede. Kapal tersebut yakni KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Sabuk Nusantara 97 dan KM Gandha Nusantara 05," ujarnya, Minggu (8/3).
"Seluruh kapal tersebut dipastikan telah melalui pemeriksaan kelayakan atau ramp check oleh Kementerian Perhubungan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas keselamatan dan akomodasi penumpang dalam kondisi siap beroperasi," sambungnya.
Ia menegaskan, selain kesiapan armada, pihaknya juga melakukan penyesuaian rute pelayaran. Beberapa perjalanan yang sebelumnya menempuh rute panjang kini dipersingkat hingga Makassar agar kapal bisa lebih cepat kembali dan mengurai potensi penumpukan penumpang di Pelabuhan Tarakan. Dalam operasional di pelabuhan, Pelni juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan seperti KSOP dan Pelindo untuk pengaturan alur penumpang, sterilisasi area terminal, hingga pengamanan selama proses embarkasi.
“Ketika penumpang datang ke terminal, sudah ada petugas yang mengatur alur masuk sampai proses naik kapal. Kami ingin memastikan penumpang merasa aman dan nyaman. Kalau minat masyarakat untuk mudik menggunakan kapal laut tahun ini cukup tinggi. Bahkan hingga saat ini kuota tiket untuk beberapa jadwal keberangkatan utama sudah habis terjual," bebernya.
Adapun untuk jadwal keberangkatan 10 Maret, 15 Maret, dan 16 Maret, jumlah penumpang tercatat mencapai lebih dari 1.100 hingga 1.200 orang per keberangkatan. Angka tersebut meningkat dibandingkan kondisi normal yang biasanya hanya berkisar 600 hingga 700 penumpang.
“Kuota sementara yang tersedia memang sudah terisi semua. Tapi kemungkinan masih ada tambahan penumpang melalui skema non-seat sesuai ruas pelayaran yang tidak terlalu padat,” jelasnya.
Ia juga memperkirakan puncak arus mudik melalui Pelabuhan Tarakan akan terjadi pada 15 dan 16 Maret 2026, bertepatan dengan jadwal keberangkatan KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu. Lanjutnya, untuk memberikan stimulus bagi masyarakat, pemerintah juga memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen dari tarif normal. Diskon ini berlaku untuk keberangkatan kapal mulai 11 Maret hingga 6 April 2026.
“Tarif normal tidak ada kenaikan. Justru ada diskon 30 persen untuk keberangkatan kapal pada periode tersebut. Sementara untuk arus balik Lebaran diperkirakan terjadi pada awal April. Berdasarkan jadwal sementara, lonjakan penumpang diprediksi terjadi pada keberangkatan KM Bukit Siguntang tanggal 6 April dan KM Lambelu tanggal 9 April," urainya.
Namun hingga saat ini penjualan tiket arus balik masih relatif rendah, dengan jumlah pembelian yang baru berkisar ratusan penumpang. Sehingga ia mengimbau agar masyarakat membeli tiket melalui saluran resmi seperti aplikasi Pelni Mobile atau kantor cabang Pelni untuk menghindari praktik percaloan. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar membawa barang sesuai kebutuhan agar tidak mengganggu kenyamanan selama perjalanan.
“Seringkali penumpang membawa barang terlalu banyak sehingga membuat perjalanan menjadi kurang nyaman. Kami juga mengimbau penumpang menjaga barang bawaan masing-masing,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT