Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mustaqim kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Mustaqim menyebutkan, jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Januari 2026 sebanyak 22.234 orang atau turun 3,28 persen dibandingkan dengan kondisi Desember 2025 yang tercatat 22.989 orang.
Demikian juga dengan jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat, terjadi penurunan 38,10 persen, dari 30.518 orang pada Desember 2025 menjadi 18.891 orang pada Januari 2026.
"Tapi secara tahunan atau jika dibandingkan pada kondisi Januari 2025, terjadi kenaikan angkutan laut yang datang di Kaltara sebesar 50,75 persen dan yang berangkat 0,02 persen," ujar Mustaqim.
Kemudian untuk barang yang dimuat melalui angkutan laut pada Januari 2026 tercatat 1.114.506 ton atau turun 25,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sedangkan barang yang dibongkar melalui angkutan laut pada Januari 2026 tercatat sebesar 214.977 ton atau turun 29,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Khusus untuk ASDP atau speedboat, saat ini masih menjadi andalan untuk penghubung dalam rangka menjangkau daerah yang belum dapat atau sulit diakses melalui jalur darat atau udara.
"Di Kalimantan Utara, transportasi laut, sungai dan penyeberangan merupakan urat nadi dalam memperlancar arus barang maupun penumpang," tuturnya.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, jumlah penumpang speedboat yang berangkat maupun yang datang pada Januari 2026 sebanyak 75.929 orang atau turun 23,59 persen dibanding Desember 2025 yang tercatat 99.368 orang.
"Termasuk jika dibandingkan kondisi Januari 2025, jumlah penumpang speedboat yang berangkat maupun datang pada Januari 2026 juga mengalami penurunan dengan besaran 2,32 persen," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim