TARAKAN – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII terus meningkatkan kesiapsiagaan prajurit melalui berbagai latihan militer yang digelar di Markas Kodaeral XIII, Kota Tarakan. Kegiatan tersebut di antaranya latihan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) serta latihan tempur menghadapi bahaya udara yang dilaksanakan dalam beberapa hari terakhir.
Komandan Kodaeral XIII Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji menegaskan, latihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan satuan guna memastikan seluruh prajurit selalu siap menghadapi dinamika tugas serta berbagai potensi ancaman di lapangan.
“Latihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan wujud komitmen kita dalam menjaga kesiapan operasional satuan. Prajurit harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di wilayah tugas,” ujar Sumarji Bimoaji.
Latihan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dilaksanakan pada Kamis (5/3) di lapangan Mako Kodaeral XIII Tarakan. Kegiatan ini bertujuan memelihara sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi potensi gangguan keamanan maupun situasi kontinjensi di wilayah kerja Kodaeral XIII.
Dalam latihan tersebut, para prajurit melaksanakan berbagai materi di lapangan, di antaranya formasi pengendalian massa, penggunaan perlengkapan Dalmas, serta simulasi penanganan situasi yang berpotensi menimbulkan eskalasi gangguan keamanan.
“Melalui latihan ini kita ingin mengasah kemampuan taktis prajurit, memperkuat kekompakan tim, serta meningkatkan kesiapan personel dalam bertindak secara cepat, tepat, dan terukur sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan secara bertahap dan terukur dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel maupun material yang digunakan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, sehari sebelumnya Kodaeral XIII juga menggelar latihan tempur menghadapi bahaya udara yang memasuki hari kedua pelaksanaan pada Rabu (4/3). Latihan tersebut diawali dengan apel kesiapsiagaan operasi yang dipimpin langsung oleh Dankodaeral XIII dan diikuti oleh seluruh prajurit serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kodaeral XIII.
Dalam arahannya, Sumarji Bimoaji menekankan pentingnya kedisiplinan serta kesiapsiagaan seluruh prajurit dalam melaksanakan setiap prosedur peran tempur, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman udara.
“Kesiapsiagaan adalah kunci. Setiap prajurit harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga mampu bertindak dengan cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat,” tegasnya.
Di sela apel kesiapsiagaan tersebut, juga dilakukan pemeriksaan kesiapan personel dan material yang akan digunakan dalam latihan guna memastikan seluruh unsur pendukung berada dalam kondisi siap operasi.
Setelah apel kesiapsiagaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan peran tempur bahaya udara sesuai mekanisme status Siaga 1, baik di pangkalan maupun pada unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).
Rangkaian latihan diawali dengan pengarahan dari Asisten Operasi (Asops) Dankodaeral XIII terkait skenario latihan serta langkah-langkah taktis yang harus dilakukan prajurit saat menghadapi simulasi ancaman udara.
Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral XIII juga meninjau secara langsung jalannya latihan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai prosedur sekaligus melihat respons prajurit dalam menghadapi simulasi ancaman udara.
“Melalui latihan yang berkelanjutan ini, kita berharap kemampuan, koordinasi, dan profesionalisme prajurit Kodaeral XIII semakin meningkat dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Laut,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT