Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Imbas Konflik Iran dengan Israel, Jemaah Umrah Asal Kaltara Sempat Tertahan di Tanah Suci

Zakaria RT • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:59 WIB

 

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Tarakan, Asmawan
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Tarakan, Asmawan

TARAKAN - Memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat sempat berdampak pada perjalanan jemaah umrah asal Indonesia. Sejumlah jemaah bahkan dilaporkan tertahan di Tanah Suci karena penerbangan sempat dibatasi oleh otoritas setempat.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Tarakan, Asmawan mengatakan, pihaknya tidak memiliki data pasti terkait jumlah jemaah umrah asal Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk dari Tarakan, yang sedang berada di Makkah maupun Madinah. Hal ini karena data keberangkatan jemaah berada di masing-masing biro perjalanan atau travel umrah yang memberangkatkan jemaah.

“Setelah kejadian kemarin, memang ada beberapa jemaah Tarakan yang sedang berada di sana. Tapi saya tidak tahu jumlah keseluruhannya,” ujar Asmawa.

Ia menjelaskan, berdasarkan konfirmasi kepada sejumlah travel, setidaknya ada enam jemaah umrah yang telah kembali ke daerah. Enam jemaah tersebut berasal dari Kabupaten Malinau dan telah tiba di Tarakan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asalnya.

“Enam orang kemarin sudah datang. Menginap di Asrama Haji Transit Tarakan karena mereka dari Malinau,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh jemaah tersebut telah kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat. Ia juga menyebut bahwa situasi di Arab Saudi kini berangsur membaik setelah sempat terjadi serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat.

“Di sana masih ada jemaah Indonesia. Travel-travel yang sudah saya hubungi alhamdulillah sebagian sudah kembali. Kemarin sempat yang Arab Saudi dibom pangkalan militer Amerika satu kali saja, setelah itu situasi kembali aman,” terangnya.

Asmawan menambahkan, sebelumnya sejumlah jemaah umrah sempat tertahan di Jeddah dan Madinah karena akses penerbangan ditutup sementara oleh pemerintah setempat. Kebijakan tersebut membuat sebagian jemaah tidak bisa segera kembali ke Indonesia.

Namun beberapa hari terakhir, akses penerbangan kembali dibuka sehingga proses pemulangan jemaah sudah dapat dilakukan secara bertahan. “Laporannya jemaah sempat tertahan di Jeddah dan Madinah karena bandara ditutup. Tapi beberapa hari lalu sudah dibuka lagi dan mereka bisa pulang, termasuk jemaah asal Malinau kemarin,” katanya.

Meski situasi mulai kondusif, pihaknya tetap mengimbau travel umrah di Tarakan untuk sementara menunda keberangkatan jemaah hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

“Kalau ada jemaah yang mau berangkat dalam waktu dekat, kami imbau jangan diberangkatkan dulu. Tunda sampai situasi benar-benar aman,” ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan kebijakan resmi terkait penutupan perjalanan umrah. Namun pihaknya tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat.

“Instruksi dari Wamenhaji Bapak Dahnil Anzar sudah ada, yaitu imbauan kepada jamaah Indonesia supaya menunda dulu keberangkatan umrah. Itu yang kami tindak lanjuti ke daerah,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#konflik Iran Amerika Serikat #amerika serikat #haji #umrah #iran #Konflik Iran Amerika Serikat Israel #israel