TARAKAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memasang stiker laik berlayar pada sejumlah armada speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kamis (5/3). Stiker tersebut menjadi tanda bahwa kapal telah lulus pemeriksaan keselamatan dan siap melayani penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Dishub Kaltara, Agung Pratama mengatakan, pemasangan stiker merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat terkait kelayakan armada yang beroperasi.
“Pemasangan stiker ini menjadi bentuk visual sekaligus transparansi kepada masyarakat bahwa armada yang telah dipasangi stiker telah dinyatakan laik berlayar dan siap beroperasi pada angkutan Lebaran,” ujarnya.
Menurut Agung, proses penilaian kelaikan kapal dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Tarakan melalui pemeriksaan ramp check yang telah dilaksanakan sejak Februari hingga awal Maret.
Pemeriksaan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kelengkapan dokumen kapal, kondisi mesin, peralatan keselamatan, hingga kapasitas penumpang.
Ramp check dilakukan secara kolaboratif oleh KSOP bersama Dishub Kaltara serta UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan pelayaran.
“Secara teknis penetapan laik berlayar dari KSOP. Setelah kapal dinyatakan memenuhi persyaratan, barulah diberikan stiker sebagai tanda bahwa kapal tersebut siap beroperasi,” jelasnya.
Pemasangan stiker yang dilakukan pada Kamis pagi merupakan uji petik terhadap sejumlah armada yang bersandar di Pelabuhan Tengkayu I. Selanjutnya, pemasangan akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh speedboat yang telah dinyatakan laik beroperasi.
Untuk periode angkutan Lebaran tahun ini, tercatat sebanyak 53 speedboat akan melayani penumpang dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menuju berbagai daerah di Kaltara.
Armada tersebut melayani sejumlah trayek utama, antara lain Tarakan–KTT, Tarakan–Malinau, Tarakan–Nunukan, Tarakan–Bunyu, Tarakan–Sungai Nyamuk, serta Tarakan–Tanjung Selor.
Sementara itu, lima armada lainnya tidak dioperasikan karena sedang menjalani proses perbaikan atau docking. “Total ada lima speedboat yang tidak beroperasi karena masih dalam proses perbaikan,” katanya.
Dishub Kaltara mengimbau seluruh operator kapal untuk tetap mematuhi aturan keselamatan pelayaran, termasuk tidak melebihi kapasitas penumpang dan memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia selama perjalanan.
Dengan pengawasan ketat tersebut, diharapkan perjalanan mudik melalui jalur laut di Kalimantan Utara dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT