Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Halal Value Chain Nasional Tumbuh 6,21 Persen, Ini Penjelasan Kepala KPwBI Kaltara

Eliazar Simon • Senin, 2 Maret 2026 | 14:06 WIB

 

TUMBUH : HVC nasional yang tumbuh 6,21 persen secara year-on-year pada 2025 dan UMKM Tarakan didorong mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai halal nasional.
TUMBUH : HVC nasional yang tumbuh 6,21 persen secara year-on-year pada 2025 dan UMKM Tarakan didorong mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai halal nasional.

TARAKAN – Ramadan 2026 menjadi momentum strategis bagi penguatan ekonomi syariah di daerah. Di tengah tren positif Halal Value Chain (HVC) nasional yang tumbuh 6,21 persen secara year-on-year pada 2025 dan menyumbang lebih dari 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), Tarakan didorong mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai halal nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Hasiando G. Manik menegaskan, capaian tersebut menunjukkan ekonomi syariah bukan lagi sektor pelengkap, melainkan pilar penting perekonomian nasional.

“Halal Value Chain tumbuh 6,21 persen dan kontribusinya sudah lebih dari 27 persen terhadap PDB. Ini membuktikan ekonomi syariah memiliki daya tahan dan potensi besar untuk terus dikembangkan,” ujarnya, Minggu (1/3).

Ia menambahkan, posisi Indonesia yang kini berada di peringkat ketiga dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) menjadi sinyal kuat bahwa peluang pasar halal global semakin terbuka lebar. Daerah, termasuk Tarakan, dinilai memiliki ruang besar untuk memperkuat peran melalui pengembangan UMKM berbasis halal.

“Dengan posisi Indonesia di peringkat ketiga dunia, daerah harus siap mengambil peluang, mulai dari sisi produksi, pengemasan, hingga distribusi. Rantai nilai halal harus terintegrasi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltara bersama Baznas Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan menggelar bazar UMKM halal yang menghadirkan 42 pelaku usaha. Produk yang dipamerkan meliputi halal food, modest fashion syariah, hingga kriya lokal.

Seluruh transaksi di lokasi kegiatan didukung sistem pembayaran digital QRIS. Digitalisasi ini diharapkan memperluas inklusi keuangan sekaligus membiasakan pelaku UMKM dan konsumen menggunakan metode pembayaran non-tunai.

Wali Kota Tarakan, Khairul, menilai Ramadan selalu menghadirkan multiplier effect terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Permintaan bahan makanan, busana muslim, hingga kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat signifikan.

“Ramadan memiliki dampak pengganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal,” katanya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tarakan dalam mendukung sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, serta penguatan daya saing UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas. Menurutnya, penguatan produk halal bukan hanya soal label, tetapi juga standar mutu, kemasan, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Meski pertumbuhan HVC nasional cukup tinggi, tantangan di daerah masih ada, mulai dari keterbatasan literasi ekonomi syariah, akses pembiayaan, hingga proses sertifikasi halal yang belum sepenuhnya merata.

“Kalau UMKM kita kuat, maka ekonomi daerah juga ikut kuat. Ini bukan hanya momentum Ramadan, tetapi investasi jangka panjang,” tegasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #bank indonesia #bi #halal value chain #hvc