TARAKAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan bahwa tidak semua cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) otomatis akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II 2026 Malinau.
Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi dan Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Kaltara yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov II 2026 Malinau Wiyono Adie menjelaskan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum sebuah cabor ditetapkan sebagai cabor resmi yang dipertandingkan di Porprov II nantinya.
Salah satu syarat utama adalah kepengurusan cabor tersebut minimal telah terbentuk dan aktif di tiga kabupaten/kota di Kaltara.
“Pertanyaannya, apakah begitu ada Pengprov langsung bisa dipertandingkan? Tidak. Kita lihat dulu keberadaannya di daerah. Minimal terbentuk di tiga kabupaten/kota,” ujarnya, Jumat (27/2).
Selain aspek organisasi, faktor ketersediaan venue menjadi pertimbangan krusial. Ia menegaskan, tidak mungkin memaksakan cabor yang tidak didukung kondisi geografis maupun sarana prasarana olahraga yang ada di Kabupaten Malinau.
“Tidak mungkin kita mempertandingkan ski air, layar, atau golf untuk di Kabupaten Malinau. Jadi kita realistis dan menyesuaikan dengan kemampuan tuan rumah,” tegasnya.
Menurutnya, meskipun Malinau menyatakan siap memfasilitasi sekitar 45 cabang olahraga, keputusan akhir tetap akan melalui pembahasan teknis bersama Panwasrah dan PB Porprov nantinya.
Penentuan tersebut juga mempertimbangkan efektivitas anggaran, pemerataan partisipasi atlet daerah, serta kesiapan perangkat pertandingan. “Artinya kita tidak hanya bicara banyaknya cabor, tapi juga kualitas pelaksanaan dan kesiapan daerah,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT