TARAKAN – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, arus masuk hewan ternak ke wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) diprediksi meningkat signifikan. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kaltara memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk.
Kepala Karantina Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud menegaskan, peningkatan permintaan pasar menjelang hari besar keagamaan berbanding lurus dengan potensi risiko masuknya penyakit hewan menular.
“Jelang Idulfitri, distribusi ternak meningkat pesat. Karena itu, pengawasan kami lakukan lebih intensif, baik secara administratif maupun teknis di lapangan,” ujarnya, Jumat (27/2).
Setiap hewan yang masuk diwajibkan memiliki dokumen karantina, sertifikat veteriner dari dokter hewan berwenang, serta rekomendasi masuk dan keluar dari pemerintah daerah asal maupun tujuan. Tanpa kelengkapan tersebut, hewan tidak dapat diproses lebih lanjut.
Tak hanya memeriksa dokumen, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik dan verifikasi hasil uji laboratorium. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau potensi risiko kesehatan, tindakan tegas akan diambil, termasuk penahanan.
Ichi menjelaskan, pihaknya juga memonitor perjalanan hewan sejak dari daerah asal hingga tiba di lokasi tujuan. Koordinasi dengan dinas pertanian dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan.
“Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa mengorbankan aspek keamanan hayati. Kesehatan hewan dan masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Karantina Kaltara juga membuka layanan hotline untuk menerima laporan cepat apabila ditemukan indikasi penyakit atau pelanggaran prosedur di lapangan. Respons cepat dinilai krusial agar kasus tidak berkembang menjadi wabah. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT