TARAKAN - Usulan 1.000 unit rumah dari Pemkot Tarakan harus terpangkas jauh setelah proses verifikasi berlapis. Dari ratusan yang memenuhi syarat, hanya 200 unit yang akhirnya dialokasikan pada tahap awal program nasional 3 juta rumah.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkim) Tarakan, Edy Susanto menjelaskan, sejak awal pihaknya mengusulkan 1.000 unit melalui aplikasi SIBARU untuk mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari program yang dicanangkan Presiden .
“Awalnya kita usulkan 1.000 unit rumah. Tapi setelah diverifikasi, ada 10 data dobel, jadi tersisa 990 unit. Dari 990 unit tersebut, hasil verifikasi lanjutan menyisakan 580 unit yang dinyatakan memenuhi persyaratan. Namun pada tahap pertama, alokasi yang diberikan untuk Tarakan hanya 200 unit," ujarnya, Kamis (26/3).
“Di Kaltara, tahap awal ini hanya Tarakan dan satu kabupaten yang dapat. Untuk Tarakan, sementara 200 unit dulu. Saat ini, ratusan calon penerima tersebut masih menjalani verifikasi lanjutan," sambungnya.
Diungkapkannya, Jika dalam prosesnya ditemukan tidak memenuhi ketentuan, penerima bisa diganti dari data cadangan yang telah disiapkan. Ia menjelaskan, nilai bantuan BSPS yang bersumber dari APBN sekitar Rp 20 juta per unit, nominalnya hampir sama dengan program bedah rumah melalui APBD Tarakan. Perbedaannya terletak pada mekanisme pencairan dana.
“Dana dari pusat tidak lewat dinas, tapi langsung ke rekening penerima. Mereka wajib buka rekening sendiri, dan kami tetap lakukan pendampingan,” katanya.
Diungkapkannya, dana tersebut tidak diterima secara tunai penuh, melainkan diarahkan untuk pembelian material bangunan sesuai kebutuhan perbaikan rumah. Dinas juga menurunkan tim fasilitator untuk memastikan bantuan digunakan tepat sasaran.
Adapun syarat penerima di antaranya memiliki tanah sendiri, rumah masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta belum pernah menerima bantuan perumahan sebelumnya.
“Kalau seluruh tahapan verifikasi ini rampung, pelaksanaan bedah rumah dari APBN segera kita mulai. Kita pastikan bantuan ini benar-benar dipakai untuk memperbaiki rumah,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT