TARAKAN - Meningkatnya kebutuhan pangan selama Ramadan tak jarang dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dengan cara menimbun untuk menaikan harga secara sepihak. Sehingga hal tersebut menimbulkan kepanikan masyarakat.
Guna mencegah hal tersebut, Perum Bulog Tarakan memastikan jika stok beras untuk saat ini cukup aman. Bahkan Bulog siap menambah pasokan jika nantinya tidak bisa mengakomodir yang ada.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Tarakan, Zamahsyari Afsolin mengatakan, stok beras yang saat ini dimiliki mencapai 1.085 ton. Selain itu, tersedia pula 20 ton beras premium yang siap disalurkan ke pasar sesuai kebutuhan. Tak hanya beras, Bulog Tarakan juga menyiapkan cadangan minyak goreng sebanyak 68.000 liter dan gula pasir sekitar 25 ton. Komoditas tersebut dipastikan tersedia untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan, yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi.
“Insyaallah untuk stok beras aman sampai Lebaran. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Karena biasanya kenaikan harga disebabkan karena kepanikan masyarakat. Sebenarnya barangnya cukup,tapi karena panik belanja berlebihan jadi yang lain tidak kebagian," ujarnya, Rabu (25/2).
"Dalam waktu dekat ada juga tambahan dua kontainer minyak goreng atau sekitar 40.000 liter dijadwalkan masuk ke Tarakan. Sementara pasokan beras dari pusat terus berjalan rutin setiap minggu dengan volume sekitar 100 ton," sambungnya.
Zamahsyari menegaskan, Bulog membuka akses seluas-luasnya bagi pedagang yang membutuhkan tambahan stok. Jika persediaan di tingkat pengecer mulai menipis, pemesanan dapat langsung dilakukan ke Bulog agar distribusi tetap lancar.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga distribusi tetap sehat dan menghindari praktik penimbunan yang dapat memicu gejolak harga di pasar. “Kami siap memasok kebutuhan pedagang, terutama untuk beras, minyak, dan gula. Selama distribusi berjalan baik dan tidak ada penimbunan, kebutuhan masyarakat akan tetap terpenuhi,” tegasnya.
"Makanya kami minta kita semua saling mengawasi jangan sampai ada yang menimbun. Karena berapa pun jumlah yang disediakan, kalau ada yang menimbun stoknya akan kurang juga," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT