Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Biaya Logistik di Kaltara Tinggi Jadi Pemicu Harga Beras Tarakan Lebih Mahal

Eliazar Simon • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:37 WIB

 

PENGAWASAN: Satgas Saber Pangen akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan harga berasa sesuai HET dan stok tercukupi jelang lebaran.
PENGAWASAN: Satgas Saber Pangen akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan harga berasa sesuai HET dan stok tercukupi jelang lebaran.

TARAKAN – Tingginya harga beras di Kota Tarakan tidak semata-mata disebabkan oleh distributor atau pedagang. Biaya distribusi dan buruh angkut yang tinggi di Kaltara menjadi faktor utama yang memengaruhi harga jual di pasaran.

Hal ini terungkap dalam kegiatan pengawasan harga dan mutu beras yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tarakan.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah menjelaskan, struktur biaya logistik di Kaltara memang lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Kalimantan.

“Biaya buruh di Kaltara merupakan yang tertinggi kedua setelah Balikpapan untuk wilayah Kalimantan. Ini sangat berpengaruh terhadap harga jual beras di tingkat distributor hingga ritel,” katanya, Rabu (25/2).

Dari hasil pemantauan di sejumlah titik, harga beras premium di Tarakan berada pada kisaran Rp 15.800 hingga Rp 17.640 per kilogram. Sementara beras sub medium dijual mulai Rp 15.000 per kilogram. Meski terdapat perbedaan harga, stok beras di seluruh lokasi yang dilakukan pengecekan dipastikan mencukupi dan distribusi berjalan lancar.

Tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres Tarakan, DKPP Tarakan, Disperindag serta perwakilan Badan Pangan Nasional juga memastikan seluruh produk telah memiliki izin edar. Selain itu, pengambilan sampel beras dilakukan untuk memastikan mutu tetap terjaga dan sesuai standar.

Ridho menegaskan, kondisi ini tidak perlu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena ketersediaan beras dipastikan aman hingga Idulfitri. “Kami menjamin stok mencukupi. Pengawasan ini dilakukan agar harga tetap terkendali dan distribusi tidak mengalami hambatan,” tegasnya.

Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan secara intensif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, khususnya pada momen hari besar keagamaan.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah potensi penimbunan maupun permainan harga di pasaran. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #harga beras #logistik #beras #beras mahal