TARAKAN – Maraknya kasus pencurian yang terjadi selama Januari 2026 membuat jajaran Polres Tarakan mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terlebih di bulan Ramadan.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah menegaskan, sebagian besar kasus pencurian terjadi karena adanya kelalaian korban.
“Pelaku memanfaatkan kesempatan. Banyak kendaraan diparkir dengan kunci masih menempel atau tidak dikunci setang,” ujarnya, Rabu (25/2).
Dari hasil pengungkapan tujuh kasus curanmor selama Januari, mayoritas motor hilang saat ditinggal pemiliknya dalam kondisi tidak aman. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mencabut kunci, tetapi juga menggunakan pengaman tambahan.
“Kalau perlu gunakan kunci ganda, seperti gembok atau pengaman lainnya. Parkir di tempat yang aman,” tegas Ridho.
Langkah sederhana tersebut dinilai sangat efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku. Polisi juga mengingatkan potensi meningkatnya tindak pencurian saat Ramadan, khususnya ketika rumah ditinggal salat tarawih atau kegiatan buka puasa di luar. Warga diminta memastikan pintu dan jendela dalam kondisi terkunci sebelum meninggalkan rumah.
“Pastikan rumah aman saat ditinggal. Ini penting karena aktivitas masyarakat di luar rumah meningkat saat Ramadan,” katanya.
Selain kewaspadaan terhadap barang berharga, masyarakat juga diminta bijak menggunakan media sosial. Informasi terkait dugaan tindak pidana sebaiknya dilaporkan langsung ke polisi, bukan disebarkan tanpa kepastian.
“Jangan main hakim sendiri dan jangan menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” imbaunya.
Polres Tarakan menegaskan peran masyarakat sangat penting dalam menekan angka kriminalitas. Setiap warga yang melihat atau menjadi korban tindak pidana diminta segera melapor melalui kantor polisi terdekat atau call center 110. “Laporan cepat dari masyarakat sangat membantu kami dalam pengungkapan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, polisi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas selama Ramadan dengan tidak melakukan balap liar, konvoi berlebihan, maupun bermain petasan. Hal itu dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan.
Ridho menegaskan, keberhasilan mencegah pencurian tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga barang miliknya. “Dengan kewaspadaan bersama, kami harapkan angka pencurian di Tarakan bisa ditekan,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT