TARAKAN - Gempa dengan skala 7,2 bermagnitudo menguncang Sabah, Malaysia pada Senin dini hari (23/2). Gempa tersebut tidak hanya terdampak pada area Sabah, melainkan terasa wilayah sekitarnya termasuk Kota Tarakan. Meski getaran terasa hingga Kaltara namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memastikan jika geografi Kaltara cukup aman.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi saat dikonfirmasi. di mana ia menyebut berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut tergolong gempa dalam (deep-focus earthquake) karena memiliki kedalaman sekitar 633 kilometer.
Episenter gempa berada di wilayah utara Pulau Kalimantan, tepatnya sekitar 99 kilometer utara Kinabalu, Sabah, Malaysia. Lanjutnya, data koordinat menunjukkan lokasi gempa berada di 6,84 Lintang Utara dan 116,25 Bujur Timur. Dengan kedalaman ekstrem tersebut, energi gempa memang besar, tetapi getaran yang sampai ke permukaan telah banyak teredam.
“Untuk wilayah Kaltara khususnya Tarakan, skala yang dirasakan hanya sekitar II hingga III MMI. Rasanya seperti ada truk besar yang lewat. Tidak ada laporan kerusakan. Pusat gempa hanya berada di satu titik, bukan tersebar di beberapa daerah. Tarakan hanya terdampak getaran akibat magnitudonya yang besar," ujarnya, Senin (23/2).
Diungkapkannya, wilayah Kalimantan memang tidak berada tepat di jalur subduksi aktif seperti barat Sumatera atau selatan Jawa. Aktivitas gempa besar di kawasan ini relatif jarang terjadi, sehingga kemunculan gempa dengan magnitudo di atas M7 menjadi perhatian tersendiri.
Mengingat, gempa ini dipicu deformasi di dalam Lempeng Laut Filipina dengan mekanisme sesar naik (thrust fault). Karakter gempa dalam tersebut umumnya tidak berpotensi tsunami karena pusat energinya berada sangat jauh di bawah permukaan bumi.
"Kami memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga kini tidak ada laporan dampak signifikan di wilayah Indonesia, termasuk Kaltara. Kita berharap saudara-saudara kita di Malaysia juga baik-baik saja," terangnya.
"Meski tidak berdampak besar di Kaltara, gempa besar di sabah menjadi pengingat bahwa wilayah yang dianggap relatif stabil pun tetap memiliki aktivitas seismik. Catatan historis menunjukkan sebagian besar gempa di Kalimantan berkekuatan kecil hingga menengah. Karena itu, kejadian M7,2 ini menjadi salah satu yang paling menonjol dalam lebih dari satu abad terakhir," katanya.
"Jadi kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi terkait gempa dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG dan media sosial resminya," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT