Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tanggapi Usulan Patroli ASN, Satpol PP Tarakan Tegaskan Rutin Gelar Pemantauan

Zakaria RT • Minggu, 22 Februari 2026 | 17:01 WIB

Kepala Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Sofyan
Kepala Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Sofyan

TARAKAN – Maraknya laporan Aparatur Sipil Negara (ASN) keluyuran di jam kerja, membuat DPRD Tarakan mengusulkan kembali digelarnya patroli rutin untuk mencegah adanya ASN yang bersantai di tempat keramaian.

Diketahui patroli atau razia rutin sempat diterapkan Pemkot Kota Tarakan di sekitar tahun 2008 hingga 2014 yang saat ini membuat hampir tak ada satu pun ASN yang berani keluar di jam kerja. Sehingga kondisi tersebut, diharapkan dapat terulang di saat ini.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Tarakan, Sofyan menerangkan, sebenarnya pihaknya sudah melakukan hal yang dimaksud. Yakni turun langsung melakukan pengawasan lebih aktif dengan turun langsung ke kantor-kantor perangkat daerah hingga menyisir ruang publik pada jam dinas.

"Di tahun ini saja, ada laporan di salah satu OPD, saat jam kerja hanya tersisa satu orang di kantor, yang lainnya tidak ada. Kami bertugas melakukan pengawasan dan penindakan. Jika ditemukan oknum di warkop, kami data dan verifikasi ke OPD masing-masing untuk diproses,” ujarnya, Minggu (22/2).

"Di bulan suci Ramadan, kami telah memperketat pengawasan di titik-titik rawan seperti warung kopi hingga tempat biliar. Tapi sejak ramai diperbincangkan sepertinya tidak ada lagi ASN yang berani keluyuran, mereka takut terjaring razia juga," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Tarakan, Marzuki, mengatakan penertiban terhadap ASN sebenarnya bukan hal baru. Namun selama ini dilakukan secara tertutup tanpa publikasi luas.

“Selama ini razia tetap ada. Hanya saja tidak kami ekspose. ASN yang terjaring kami beri peringatan dan diminta membuat surat pernyataan. pendekatan itu dipilih untuk menjaga privasi pegawai sekaligus memberi kesempatan memperbaiki diri tanpa harus langsung menerima sanksi sosial. Meski begitu, langkah ini lebih tegas bisa diambil jika pelanggaran dilakukan berulang," katanya.

“Kalau sudah berkali-kali dan tidak ada perubahan, tentu akan kami tindak lebih terbuka agar menjadi pelajaran,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #razia satpol pp #asn #razia asn