Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pelita Air Pastikan Investigasi Transparan Bersama KNKT Terkait Jatuhnya Pesawat Pengangkut BBM di Krayan

Eliazar Simon • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:33 WIB

 

DIPULANGKAN : Jenazah Captain Hendrik Ludwig Adam, pilot Pelita Air akan dipulangkan ke ke Jakarta dan dimakamkan di Bogor.
DIPULANGKAN : Jenazah Captain Hendrik Ludwig Adam, pilot Pelita Air akan dipulangkan ke ke Jakarta dan dimakamkan di Bogor.

TARAKAN – Pemulangan jenazah Captain Hendrik Ludwig Adam, pilot Pelita Air yang gugur dalam insiden pesawat pengangkut BBM di Long Bawan, berlangsung penuh perjuangan. Setelah dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat yang berada di medan terjal dan licin, jenazah akhirnya tiba di Tarakan untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta dan dimakamkan di Bogor.

Safety Director PT Pelita Air Service, Capt. Erriza Muslim mengatakan, prioritas utama saat ini adalah memastikan korban dapat segera dipulangkan ke pihak keluarga. “Fokus utama kami adalah pemulangan jenazah dari Long Bawan ke Tarakan, kemudian ke Jakarta hingga diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Proses tersebut juga ditandai dengan serah terima jenazah dari tim SAR Tarakan kepada pihak Pelita Air. Lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar 3 hingga 5 kilometer dari Bandara Long Bawan dengan kontur berbukit, licin, dan cukup terjal. Kondisi ini membuat proses evakuasi harus dilakukan secara manual dengan kehati-hatian tinggi.

Evakuasi melibatkan sinergi berbagai unsur, mulai dari TNI Angkatan Udara, Basarnas, AirNav Indonesia, kepolisian, hingga masyarakat setempat. “Bantuan semua pihak sangat luar biasa. Proses evakuasi korban dilakukan dengan penuh penghormatan dan sesuai prosedur keselamatan,” kata Erriza.

Di tengah proses duka, Pelita Air memastikan investigasi penyebab kecelakaan dilakukan secara transparan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan “Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh tahapan investigasi dan menjaga keterbukaan informasi sebagai bentuk akuntabilitas,” tegasnya.

Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Air Tractor AT-802 yang dioperasikan sejak 2021 untuk misi charter kargo, khususnya mendukung program BBM satu harga di wilayah perbatasan.

Insiden ini menjadi pengingat besarnya risiko penerbangan perintis, terutama yang mengemban misi vital bagi masyarakat pedalaman. Meski berfokus pada pemulangan jenazah, Pelita Air menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan aspek keselamatan penerbangan.

“Kami ingin memastikan kejadian ini menjadi pembelajaran penting demi keselamatan penerbang di masa mendatang,” tutup Erriza.

Lead Engineer Pelita Air, Angga Riko menjelaskan, sebelum penerbangan kondisi pesawat dinyatakan laik terbang. “Captain Hendrik sudah tiga tahun menerbangkan pesawat ini. Pengecekan terakhir dilakukan beberapa hari sebelum penerbangan dan dinyatakan aman,” ungkapnya.

Dalam penerbangan tersebut pesawat mengangkut 4.000 liter BBM dengan pembagian 2.700 liter di tangki atas dan 1.300 liter di tangki bawah. "Penerbangan dimulai dari home base Tarakan menuju Long Bawan, kemudian direncanakan kembali ke Tarakan," pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#knkt #Pilot Pelita Air Ditemukan #nunukan #pesawat jatuh #krayan #pelita air