TARAKAN – Respon cepat ditunjukkan seluruh stakeholder penerbangan dan aparat di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam penanganan kecelakaan pesawat Pelita Air Service di Long Bawan. Informasi hilang kontak diterima sekitar pukul 12.20 WITA. Hanya dalam waktu sekitar dua jam, tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan mengevakuasi korban.
Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo mengatakan, koordinasi langsung dilakukan bersama Basarnas, AirNav, otoritas bandara, BMKG, maskapai, serta aparat di wilayah Krayan.
“Kepanjangan tangan kami di sana langsung bergerak bersama masyarakat begitu menerima informasi adanya kepulan asap,” ujarnya, Kamis (19/2).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, menambahkan seluruh unsur sepakat memprioritaskan evakuasi jenazah lebih dahulu sebelum penanganan lanjutan.
Rencana penerbangan evakuasi dijadwalkan besok pagi menggunakan pesawat menuju Balikpapan, kemudian dilanjutkan ke Jakarta dengan pesawat Pelita Air. GM AirNav Indonesia Tarakan, Dheny Purwo, memastikan seluruh data penerbangan telah dihimpun untuk mendukung investigasi KNKT.
Pesawat dengan nomor penerbangan PAS-7101 itu diketahui sebelumnya mengangkut BBM dari Tarakan ke Long Bawan dan dalam posisi kembali tanpa muatan.
Seluruh stakeholder menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Kapten Hendrik dan memastikan proses pemulangan jenazah ke keluarga dilakukan secepatnya begitu cuaca memungkinkan. (zar/jnr)