TARAKAN – Kepulan asap hitam yang terlihat dari ujung landasan Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kamis (19/2/) siang, langsung memicu pergerakan aparat dan warga menuju lokasi jatuhnya pesawat kargo Pelita Air Service. Di tengah cuaca berkabut dan medan perbukitan, proses evakuasi dilakukan secara manual hingga akhirnya jenazah pilot berhasil dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, menjelaskan, pesawat Air Tractor AT-802 registrasi PK-PPA tersebut lepas landas pukul 12.10 WITA dari Bandara Yuvai Semaring menuju Tarakan.
Saat itu cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer dan ketinggian awan (cloud base) broken di 1.400 feet. “Sekitar pukul 12.25 WITA saksi di apron melihat pesawat miring ke arah belakang bukit di ujung runway 22. Tidak lama kemudian masyarakat melihat kepulan asap hitam,” jelasnya.
Danpos AU bersama Danramil dan masyarakat setempat langsung bergerak menuju titik lokasi yang berada di wilayah berbukit. Sekitar pukul 14.33 WITA, tim menemukan badan pesawat dalam kondisi hancur dan pilot Kapten Hendrik telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan tandu menuju RS Pratama Long Bawan dan tiba sekitar pukul 15.20 WITA. “Di Krayan itu kebersamaan sangat kuat. Begitu ada kejadian, semua langsung membantu. Ini yang membuat proses evakuasi bisa cepat,” katanya.
Pesawat diketahui tidak membawa penumpang maupun muatan karena sebelumnya telah menurunkan bahan bakar di Long Bawan dan dalam perjalanan kembali ke Tarakan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, mengatakan rencana penerbangan evakuasi jenazah hari yang sama terpaksa ditunda karena cuaca memburuk.
“Ketinggian awan turun menjadi 1.000 feet sehingga tidak memungkinkan pesawat mendarat. Rencana besok pagi jenazah diterbangkan ke Balikpapan, selanjutnya ke Jakarta,” ujarnya.
Seluruh unsur penerbangan dan aparat di Kaltara menyatakan duka mendalam dan berkomitmen mengawal pemulangan jenazah hingga ke pihak keluarga. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT