Di lapangan, tradisi membangunkan sahur biasanya dilakukan warga dengan menggunakan instrumen musik sederhana yang dimodifikasi dari barang bekas seperti ember dan peralatan rumah tangga lainnya. Bahkan, ada pula kelompok yang menggunakan soundsystem untuk mengiringi lantunan lagu religi saat berkeliling membangunkan warga.
Yusuf menegaskan, Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi serta menjaga toleransi antarwarga. “Kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kecamatan Malinau Kota agar menjaga keamanan, kenyamanan dan ketentraman selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang ingin membangunkan sahur tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar. Menurutnya, kegiatan tersebut sebaiknya diisi dengan lantunan lagu-lagu religi dan keagamaan, bukan dengan cara yang berlebihan hingga mengganggu waktu istirahat warga lainnya. “Jika ada warga yang ingin membangunkan saudara-saudara muslimnya untuk bersahur hendaknya dilaksanakan dengan baik, dengan santun dan berbudaya,” pesannya.
Melalui imbauan tersebut, pihak kecamatan berharap Ramadan tahun ini dapat berlangsung penuh khidmat, tetap semarak, namun tetap menjunjung tinggi rasa saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat Malinau Kota sebagai sentral. (*/dip/lim)