Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kemenag Tarakan Matangkan Persiapan Pemantauan Hilal, Libatkan BMKG hingga Forkopimda

Eliazar Simon • Senin, 16 Februari 2026 | 20:28 WIB

 

Kepala Kemenag Tarakan H. Syopyan
Kepala Kemenag Tarakan H. Syopyan

TARAKAN – Kota Tarakan kembali dipercaya menjadi lokasi utama pemantauan hilal tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Rukyatul hilal yang digelar Selasa (17/2) dipusatkan di kawasan Satuan Radar TNI AU, Jalan Simpang Amal, Kelurahan Mamburungan.

Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan memastikan seluruh kesiapan teknis maupun koordinasi lintas instansi telah dilakukan. Penetapan lokasi tersebut dinilai memenuhi syarat astronomis serta memiliki akses pengamatan yang representatif.

Kepala Kemenag Tarakan H. Syopyan mengungkapkan, pelaksanaan rukyat tahun ini berada di bawah koordinasi Kantor Wilayah Kemenag Kalimantan Utara, dengan Tarakan sebagai tuan rumah pemantauan tingkat provinsi.

“Alhamdulillah kita sudah mendapat izin dari pihak Satradar AU. Seluruh unsur yang terlibat juga sudah kami undang untuk bersama-sama mengikuti proses rukyatul hilal,” ujarnya, Senin (16/2).

Kegiatan tersebut akan melibatkan Kanwil Kemenag Kaltara, pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan Islam, serta tim ahli falak. Selain itu, BMKG turut memberikan paparan terkait posisi hilal dan prakiraan cuaca sebelum proses pengamatan dimulai.

Menurut Syopyan, data astronomi dari BMKG menjadi acuan awal untuk menentukan kemungkinan hilal dapat teramati secara kasat mata.

“Setelah pemaparan data, baru dilakukan rukyat. Hasilnya nanti dituangkan dalam berita acara dan dilaporkan ke pusat sebagai bahan sidang isbat,” jelasnya.

Ia menegaskan, terlihat atau tidaknya hilal tidak memengaruhi keabsahan proses rukyat. Sebab, setiap daerah tetap wajib menyampaikan laporan resmi sebagai bagian dari mekanisme penentuan awal bulan Hijriah oleh pemerintah.

Pemerintah Kota Tarakan juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan agenda keagamaan yang menjadi kepentingan bersama.

Lebih lanjut, Syopyan berharap kondisi cuaca saat pengamatan mendukung sehingga proses rukyat dapat berjalan maksimal dan menghasilkan data yang akurat.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dalam penentuan awal bulan Hijriah secara nasional. Kita berharap Tarakan bisa memberikan kontribusi data yang valid,” katanya.

Penunjukan Tarakan sebagai pusat rukyatul hilal tingkat provinsi dinilai menjadi kepercayaan sekaligus menunjukkan bahwa daerah ini memiliki titik pengamatan yang strategis untuk wilayah Kalimantan Utara.

Dengan persiapan yang telah dimatangkan, pelaksanaan rukyat diharapkan berlangsung lancar dan menjadi bagian dari penetapan resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama RI. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#pengamatan hilal #tarakan #ramadan #hilal