Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Evi Emriana Ikuti Seleknas Timnas Sepak Takraw, Ini Peluang Sejarah yang Akan Diukir

Eliazar Simon • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:22 WIB

 

SELEKNAS : Atlet putri sepak takraw Kaltara Evi Emriana (tiga dari kiri) dipanggil untuk mengikuti seleknas pembentukan timnas menghadapi Asian Games 2026.
SELEKNAS : Atlet putri sepak takraw Kaltara Evi Emriana (tiga dari kiri) dipanggil untuk mengikuti seleknas pembentukan timnas menghadapi Asian Games 2026.

TARAKAN – Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga sepak takraw Kalimantan Utara (Kaltara). Atlet putri asal Kota Tarakan, Evi Emriana, mendapat panggilan mengikuti seleksi nasional (seleknas) pembentukan Tim Nasional (Timnas) sepak takraw sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games 2026.

Seleknas tersebut digelar di Jakarta mulai 10 hingga 14 Februari 2026. Selama empat hari, para atlet menjalani serangkaian tes fisik, teknik, serta penilaian performa permainan oleh tim pelatih nasional.

Sekretaris Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kaltara Kurnadi mengatakan, pemanggilan Evi menjadi momentum bersejarah bagi sepak takraw Kaltara. Pasalnya, ini merupakan kali pertama atlet putri asal Kaltara dipanggil mengikuti seleknas untuk ajang multievent internasional sebesar Asian Games.

“Alhamdulillah, ini pemanggilan pertama atlet dari Kaltara untuk mengikuti seleknas persiapan Asian Games. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami dan masyarakat Kaltara,” ujar Kurnadi kepada Radar Tarakan, Kamis (12/2).

Menurutnya, pemanggilan Evi bukan tanpa alasan. Atlet berusia sekitar 24 tahun itu dinilai memiliki kualitas individu yang memenuhi standar nasional dan berpotensi bersaing di level yang lebih tinggi.

“Penilaian dilakukan secara individu. Evi dianggap berpotensi dan kemampuannya memenuhi kriteria. Secara teknik dan pengalaman bertanding, dia mumpuni,” jelasnya.

Evi sendiri dikenal sebagai pemain di nomor regu. Ia telah memiliki pengalaman bertanding di sejumlah ajang bergengsi, seperti Pra-PON, PON, hingga Kejuaraan Nasional (Jurnas). Jam terbang tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan ketat di seleknas.

Dalam seleksi kali ini, diperkirakan sekitar 30 atlet dari berbagai provinsi dipanggil mengikuti pemusatan seleksi. Namun, jumlah pasti atlet yang akan memperkuat Timnas masih menunggu kuota dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dari jumlah tersebut, kemungkinan hanya 15 hingga 18 atlet yang akan terpilih.

“Yang jelas, keputusan siapa yang lolos sepenuhnya menjadi kewenangan tim pelatih dan panitia seleksi. Kita hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik,” terangnya.

Kurnadi mengakui, secara prestasi daerah, Kaltara memang belum sekuat provinsi-provinsi besar yang selama ini mendominasi cabang sepak takraw. Namun secara individu, ia optimistis Evi mampu bersaing.

“Kalau bicara prestasi daerah mungkin kita masih tertinggal. Tapi kalau secara individu, saya lihat Evi punya peluang. Dia punya kemampuan untuk bersaing dengan atlet dari provinsi lain,” tegasnya.

Ia berharap keikutsertaan Evi di seleknas ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda di Kaltara untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas diri. “Ini prestasi yang membanggakan. Mudah-mudahan Evi bisa lolos dan memperkuat Timnas di Asian Games nanti. Kalau itu terwujud, tentu akan menjadi sejarah bagi sepak takraw Kaltara,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#asian games #sepak takraw #seleknas #tarakan