Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jelang Ramadan dan Imlek, Pemkot Tarakan Pastikan Komoditi Pangan Aman

Zakaria RT • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:11 WIB
SIDAK : Wali Kota Tarakan meninjau komoditi pangan di Pasar Tengguyun pada Rabu (11/2).
SIDAK : Wali Kota Tarakan meninjau komoditi pangan di Pasar Tengguyun pada Rabu (11/2).

TARAKAN – Sebagai upaya memastikan ketersediaan komoditi pangan dan kesetabilan harga, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bersama stakeholder terkait melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (11/2) pagi. Sidak tersebut dilakukan dalam rangka menyambut perayaan Imlek dan menjelang memasuki Ramadan.

Wali Kota Tarakan dr Khairul M.Kes menerangkan, sejauh ini ketersediaan stok pangan dinilai aman. Selain itu, ia memastikan jik harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil. Meski diakuinya, beberapa komoditi sempat mengalami kenaikan.

"Hasil pantauan dari depan hingga ke belakang pasar menunjukkan kondisi harga masih terkendali. Alhamdulillah, saya lihat rata-rata harga stabil. Beberapa komoditas yang awal minggu kemarin sempat tinggi, sekarang justru turun,” ujarnya.

Diungkapkannya, salah satu komoditas yang mengalami penurunan signifikan adalah cabai rawi yang sebelumnya di harga Rp 125 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp 80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram. Sementara itu, adapun dengan komoditi perikanan dinilai stabil seperti harga ikan layang dan ikan tain yang berada di kisaran Rp 30-40 ribu. Menurut keterangan pedagang kata Khairul, penurunan harga ikan disebabkan pasokan yang melimpah.

“Sementara bawang memang ada sedikit kenaikan, tapi secara umum hampir semua kebutuhan pokok relatif stabil, mulai dari beras, gula, ikan, ayam, bawang, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, hingga sayur-sayuran seperti sawi dan kangkung,” jelasnya.

“Mudah-mudahan kondisi ini bisa bertahan sampai menjelang Hari Raya Idulfitri. Sampai menjelang Ramadan ini, kita lihat harga cukup stabil,” katanya.

Dari sisi ketersediaan stok, Khairul memastikan pasokan bahan pokok di Tarakan dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan Bulog dan dinas terkait, cadangan beras diperkirakan cukup hingga enam bulan ke depan, gula untuk dua bulan, dan minyak goreng hingga lima bulan ke depan.

“Artinya, stok kebutuhan pokok yang biasanya tinggi menjelang puasa dan Lebaran itu alhamdulillah sampai saat ini cukup bagus. Bahkan beras kemungkinan masih aman sampai Iduladha,” jelasnya.

“Kami imbau masyarakat jangan panik. Belanja sesuai kebutuhan harian saja, supaya tidak memicu pembelian massal yang secara psikologis bisa mendorong kenaikan harga, padahal stok kita cukup banyak,” tegasnya.

Adapunterkait keluhan pedagang ayam lokal yang merasa terganggu atas kehadiran ayam beku, Khairul menegaskan bahwa izin distribusi ayam beku yang diberikan bukan untuk memenuhi kebutuhan Tarakan, melainkan untuk dijual ke luar daerah.

“Produksi ayam ras di Tarakan itu sebenarnya berlebihan, bahkan kita kirim ke luar. Kalau ayam beku masuk ke Tarakan, itu bisa mematikan peternak lokal dan justru memicu kenaikan harga ke depan. Tapi memang tidak dipungkiri, banyak masyarakat yang meminati ayam baku karena harganya yang terjangkau,”terangnya.

"Tapi yang murah kan belum tentu sehat, karena kita tidak tahu proses pemotongannya. Tapi tentu masyarakat membeli sesuatu berdasarkan kantongnya. Saya melihat selain kualitas, harga ini juga memiliki pengaruh terhadap pilihan masyarakat," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #sidak pangan #sidak #pangan