Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Daya Tampung Terbatas, Asrama Haji Transit Tarakan Belum Mampu Akomodasi Seluruh Jamaah

Eliazar Simon • Rabu, 11 Februari 2026 | 15:47 WIB

 

TERBATAS : Kapasitas asrama haji transit Tarakan dinilai belum mampu menampung seluruh calon jamaah dalam satu waktu.
TERBATAS : Kapasitas asrama haji transit Tarakan dinilai belum mampu menampung seluruh calon jamaah dalam satu waktu.

TARAKAN — Menjelang musim keberangkatan haji, kapasitas Asrama Haji Transit Tarakan kembali menjadi sorotan. Fasilitas yang menjadi titik kumpul jamaah asal Kalimantan Utara (Kaltara) sebelum masuk embarkasi itu dinilai belum mampu menampung seluruh calon jamaah dalam satu waktu.

Asrama yang berada langsung di bawah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tersebut saat ini hanya memiliki daya tampung sekitar 200 orang. Sementara jumlah jamaah haji Kaltara setiap tahunnya melebihi kapasitas tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Tarakan Asmawan mengungkapkan, bangunan asrama yang digunakan hingga kini masih memanfaatkan gedung eks penginapan. Kondisi itu berdampak pada terbatasnya ruang pelayanan dan administrasi. “Bangunan asrama masih berupa kamar-kamar untuk menginap, sehingga ruang kerja pelayanan belum maksimal,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, seluruh jamaah Kaltara diwajibkan menginap di Asrama Haji Transit Tarakan sebelum diberangkatkan ke embarkasi. Namun, untuk tahun ini kebijakan tersebut masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat. “Nah, entah tahun ini apakah masih seperti itu. Tetapi untuk sementara kapasitas asrama haji ini baru kurang lebih 200 orang, jadi masih tidak cukup,” jelasnya.

Dengan keterbatasan tersebut, pada musim haji lalu penginapan diprioritaskan bagi jamaah dari luar Kota Tarakan. Salah satunya berasal dari Kabupaten Malinau. Sementara jamaah yang berdomisili di Tarakan diperbolehkan langsung bergabung sesuai jadwal keberangkatan.

Selain kapasitas hunian, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan. Saat ini, tenaga kebersihan yang tersedia hanya tiga orang dan difokuskan untuk area dalam asrama. Penambahan tenaga kontrak biasanya dilakukan saat memasuki musim haji guna mendukung operasional. “Nanti pada saat masuk musim haji, nambah anggota. Terpaksa kita ambil jasa kontrak, karena sekarang petugas kebersihan yang tersedia masih terbatas,” terangnya.

Meski demikian, dari sisi fasilitas kamar, Asmawan memastikan seluruhnya dalam kondisi siap pakai. Setiap kamar dilengkapi empat tempat tidur serta fasilitas penunjang seperti perlengkapan mandi, handuk, sabun, air panas, hingga minuman bagi jamaah. “Sekarang ini masih ready semua. Untuk fasilitas di dalam kamar Alhamdulillah masih sama dengan tahun kemarin,” katanya.

Pihaknya berharap ke depan terdapat peningkatan sarana dan prasarana agar pelayanan terhadap jamaah haji Kaltara semakin optimal. Sementara itu, terkait pola penginapan tahun berjalan, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari kementerian. “Tahun ini masih menunggu arahan lebih lanjut,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #haji #asrama haji