Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dinsos Tarakan Bantu Pulangkan Satu Warga Terlantar ke Kampung Halamannya

Zakaria RT • Minggu, 8 Februari 2026 | 21:27 WIB
SHELTER: Salah satu masyarakat terlantar ditampung di Shelter Dinsos PM Tarakan.
SHELTER: Salah satu masyarakat terlantar ditampung di Shelter Dinsos PM Tarakan.

TARAKAN – Sempat beredarnya potongan video pendek di media sosial (medsos) terkait warga tidur di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghebohkan masyarakat beberapa waktu lalu, kini mendapatkan penanganan lanjutan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Tarakan. Diketahui, dalam penanganan tersebut terdapat 2 orang yang dikategorikan terlantar dan harus dilakukan penanganan lanjutan.

Kepala Dinsos PM Tarakan, Arbain menerangkan, saat ini 2 orang berstatus terlantar tersebut salah satunya akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah (Sulteng) dan seorang lagi sementara ditampung dikembalikan ke rumah keluarganya.

"Saat ini kami menanggani 2 orang terlantar yaitu AR, mantan narapidana narkoba yang baru keluar dari lapas dan YSF warga Tarakan yang pulang merantau dari Malaysia. Kalau AR ini tidak punya siapa-siapa di sini sementara YSF masih ada keluarga, meski bukan keluarga inti," ujarnya, Minggu (8/2).

"Karena AR sebatang kara di sini, dia berniat untuk kembali ke kampung halamannya di Tolitoli, tapi terkendala biaya dan akses transportasi. Jadi kami nanti bantu pulangkan dia ke kampungnya. Untuk sementara dia tinggal di shelter dulu sambil menunggu proses pemulangannya," sambungnya.

Diungkapkannya, sementara YSF yang sebelumnya sempat ditolak keluarganya, namun Dinsos PM berhasil membujuk keluarga untuk menampung YSF sampai kondisinya dan mendapatkan pekerjaan dengan harapan dapat mengontrak rumah. Diketahui, YSF memiliki karakter termperamen dan memiliki emosi yang tidak stabil. Sehingga Arbain menerangkan Keluarga enggan menampung lantaran khawatir YSF akan membuat masalah.

"Sebelumnya keluarganya sempat menolak keras YSF ini karena dinilai temperamental dan tidak mau diatur. Keluarga punya pengalaman tinggal bersama, mereka takut YSF ini nanti membuat masalah. Selain itu, Keluarga di Kelurahan Karang Balik juga sudah tidak memiliki irisan darah langsung, karena keluarga YSF ini sudah meninggal dan sekarang yang di sana itu istri dari pamannya serta keponakannya," jelas Arbain.

"Tapi setelah kami beri pengertian, sementara waktu keluarga bersedia. Untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan, kami tetap melakukan pemantauan terhadap kondisinya," sambungnya.

Lebih lanjut, Arbain mengungkapkan bahwa kasus warga terlantar bukan kali ini saja terjadi di Kota Tarakan. Dinsos PM secara rutin menangani warga terlantar yang ditemukan di berbagai lokasi, baik hasil penertiban oleh Satpol PP maupun laporan masyarakat.

“Ada yang diserahkan oleh Satpol PP, ada juga yang datang secara mandiri ke dinas. Mereka tidak hanya berasal dari Tarakan, tetapi juga dari luar daerah,” ujarnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #dinsos #orang terlantar