Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ekspor Langsung dari Tarakan Didorong, Karantina Kaltara Incar Nilai Tambah ke Nelayan

Eliazar Simon • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:54 WIB

 

EKSPOR : Kepala Karantina Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud mendorong jalur ekspor langsung dari daerah untuk komoditas unggulan, sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal.
EKSPOR : Kepala Karantina Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud mendorong jalur ekspor langsung dari daerah untuk komoditas unggulan, sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal.

TARAKAN — Karantina Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong pembukaan jalur ekspor langsung dari daerah untuk komoditas unggulan, sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan nilai tambah produk hingga ke tingkat nelayan dan produsen.

Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, peran karantina tidak hanya sebatas pengawasan lalu lintas komoditas, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi (economic tools) dalam mendukung perdagangan luar negeri dari daerah.

Selama ini, sejumlah komoditas asal Kalimantan Utara sebenarnya telah menembus pasar ekspor. Namun, proses pengiriman masih dilakukan melalui daerah lain seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, sehingga nilai ekonomi yang diperoleh daerah belum optimal.

“Produk dari Kalimantan Utara sudah diekspor, tetapi dikirim lewat daerah lain. Yang ingin kita dorong adalah agar pengiriman bisa dilakukan langsung dari sini,” ujar Ichi.

Salah satu komoditas yang menjadi fokus awal adalah rumput laut. Hingga kini, ekspor langsung dari Kalimantan Utara baru tercatat satu kali ke Korea Selatan. Selebihnya, pengiriman masih berupa distribusi antarwilayah sebelum diekspor dari pelabuhan luar daerah.

Dari sisi kesiapan, Ichi menilai peluang ekspor langsung cukup terbuka. Koordinasi telah dilakukan dengan PT Pelindo, nelayan rumput laut, pelaku usaha, pihak ekspedisi, hingga perusahaan pelayaran.

“Barang tersedia, fasilitas pelabuhan memungkinkan, dan jalur pelayaran juga ada. Tantangannya bagaimana semua pihak ini bisa terhubung dalam satu skema yang efisien,” jelasnya.

Namun demikian, sejumlah kendala masih menjadi perhatian, terutama terkait biaya logistik dan ketersediaan volume muatan untuk memenuhi syarat ekspor langsung.
“Untuk ekspor langsung dibutuhkan volume tertentu, minimal satu kontainer. Ini yang perlu dihitung bersama, kapasitas produksi kita sejauh mana,” katanya.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor kunci, khususnya dalam konsolidasi data produksi serta penyusunan kebijakan lintas sektor agar rantai pasok ekspor dapat berjalan berkelanjutan. “Perlu dicari di mana hambatannya, apakah di logistik, biaya, atau volume. Itu yang akan ditelusuri bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha,” ujarnya.

Selain mendorong sisi hulu, Karantina Kaltara juga membuka ruang untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli luar negeri sebagai langkah percepatan ekspor. “Beberapa waktu lalu ada calon pembeli dari India yang datang meminta informasi. Ini peluang yang perlu dimanfaatkan,” ungkap Ichi.

Sementara itu, dari sisi impor, Karantina Kalimantan Utara mencatat hingga saat ini belum terdapat data impor yang tercatat secara resmi di wilayah tersebut. “Di data kami masih nol, padahal secara faktual ada peredaran daging, ternak, dan produk tumbuhan. Ini perlu kerja bersama agar lalu lintas komoditas bisa tertata dengan baik,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #Eskpor #kaltara #karantina