Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tempat Belajar-Mengajar Disorot Publik, Kepsek SMKN 4 Tarakan Akui Siswanya Mengeluh

Zakaria RT • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:00 WIB

 

RAMAI : Penampakan gudang yang digunakan sebagai kelas untuk aktivitas belajar-mengajar SMK Negeri 4 Tarakan
RAMAI : Penampakan gudang yang digunakan sebagai kelas untuk aktivitas belajar-mengajar SMK Negeri 4 Tarakan

TARAKAN – Adanya curhatan dari salah satu orang tua siswa yang mengeluhkan kondisi sekolah anaknya yang menempati sebuah gudang, sehingga hal tersebut membuat sang anak tidak nyaman. Hal curhatan tersebut mengundang perhatian besar masyarakat yang mempertanyakan perhatian pemerintah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Tarakan, Alyas Imran mengatakan, jika kondisi sekolah sebenarnya telah lama disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara melalui jalur resmi, mulai dari pengawas pembina hingga kepala bidang SMK. Namun hingga saat ini Keluhan tersebut belum menghasilkan tindaklanjut.

"Penyampaian tersebut tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berulang kali dalam berbagai forum dan pertemuan tapi alasannya masih proses. Sampai kami menerima banyak komplen dari orang tua murid, kami sampaikan juga bahwa beginilah kondisinya. Soal pembangunan itu bukan ranah sekolah. Kami hanya penerima dan dinas pendidikan juga sudah paham situasi kami,” ujarnya, Rabu (4/2).

"Kami secara konsisten mengusulkan kebutuhan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Namun, realisasi pembangunan sepenuhnya bergantung pada kebijakan, perencanaan, dan prioritas yang ditetapkan pemerintah," sambungnya.

Diungkapkannya, di tahun 2025, SMKN 4 Tarakan tercatat telah menerima sejumlah pembangunan fisik, di antaranya toilet siswa, laboratorium dua lantai, ruang guru, ruang tata usaha, serta ruang capsa atau Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, Alyas mengisyaratkan bahwa pembangunan tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan sekolah secara menyeluruh.

"Dengan jumlah siswa dan aktivitas pembelajaran yang terus berjalan, kebutuhan sarana prasarana bersifat dinamis dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan pembangunan parsial. Sehingga ini menimbulkan adanya jarak antara perencanaan di tingkat kebijakan dan realitas di lapangan," katanya.

Di sisi lain, kondisi ini dihadapkan pada tanggungjawab pihak sekolah menjalankan proses pendidikan secara optimal, namun di sisi lain tidak diberi kewenangan untuk menentukan prioritas fasilitas yang paling mendesak. Sehingga menurutnya, hal ini menjadi dilema tersendiri bagi sekolah. Apalagi kata dia, pihaknya menerima keluhan dan desakan terus menerus oleh wali murid untuk pembenahan sekolah. Hal tersebut membuat pihaknya terdesak.

"Tapi kami tetap berharap ada perencanaan pembangunan yang lebih berbasis kebutuhan nyata sekolah, bukan semata pada pertimbangan administratif atau proyek fisik semata. Yang kami harapkan sederhana, pembangunan benar-benar sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah, supaya proses belajar mengajar bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #sekolah #smk