Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Layanan Nikah Gratis Jadi Daya Tarik Tingkatkan Angka Pernikahan di Tarakan

Zakaria RT • Senin, 2 Februari 2026 | 16:29 WIB
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam

TARAKAN – Angka pernikahan di Kota Tarakan kembali mengalami peningkatan pada 2025 setelah sempat turun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini diprediksi lantaran adanya program nikah gratis yang memudahkan masyarakat melangsungkan pernikahan. Selain memudahkan, program tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah praktik pernikahan siri yang cukup marak di masyarakat.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan, Muhammad Aslam menjelaskan, berdasarkan data Kemenag Tarakan mencatat, sepanjang 2025 terdapat 1.201 peristiwa nikah, naik dibandingkan 2024 yang berjumlah 1.180 pernikahan.

"Tren kenaikan ini sejalan dengan kondisi nasional. Setelah tujuh tahun berturut-turut angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan sejak 2018, pada 2025 jumlah pernikahan secara nasional juga tercatat kembali meningkat,” ujarnya, Senin (2/2).

"Peningkatan di Tarakan dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya digitalisasi layanan pencatatan nikah melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah). Dengan sistem ini, masyarakat dapat mendaftar nikah secara daring sehingga proses lebih mudah, cepat, dan transparan," sambungnya.

Diungkapkannya, selain program Simkah, peningkatan angka pernikahan dinilai tidak terlepas dari program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GASNIKAH) yang mengajak masyarakat melaksanakan pernikahan resmi dan tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Pernikahan di KUA tidak dipungut biaya, berbeda dengan pernikahan di luar kantor yang dikenakan PNBP.

"Kami meyakini, peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai program kemudahan nikah yang dijalankan pemerintah. Pernikahan di Tarakan paling banyak terjadi pada bulan April, disusul Juni dan Februari. Faktor adat dan pertimbangan waktu ibadah seperti Ramadan dan Iduladha turut memengaruhi waktu pelaksanaan pernikahan. Untuk mempermudah masyarakat, khususnya warga kurang mampu, kami juga menjalankan program Jemput Pengantin Bahagia (Jepenbah)," ucapnya.

"Melalui program ini, calon pengantin dijemput dari rumah, dinikahkan di KUA atau Mal Pelayanan Publik (MPP), lalu diantar kembali ke rumah tanpa dipungut biaya. Program Jepenbah ini merupakan inisiatif Kemenag Tarakan dan saat ini masih memiliki kuota terbatas,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kemenag #nikah siri #nikah gratis