Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pria Penghuni Kos di Tarakan Ditemukan Tewas, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Eliazar Simon • Senin, 2 Februari 2026 | 11:57 WIB
OLAH TKP : Pihak kepolisian melakukan olah TKP di kos yang ditempati oleh korban.
OLAH TKP : Pihak kepolisian melakukan olah TKP di kos yang ditempati oleh korban.

TARAKAN – Seorang pria penghuni kos ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Balik, Tarakan Barat pada Minggu (1/2) pagi. Peristiwa ini langsung ditangani aparat kepolisian dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah melalui Kanit Pidum IPDA Eko Susilo menjelaskan, korban berinisial DH (27) pertama kali ditemukan oleh pemilik kos berinisial S.

“Pada Minggu tanggal 1 Februari sekitar pukul 10.30 Wita, saksi membuka kamar korban dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar IPDA Eko Susilo, Senin (2/2).

Sebelum ditemukan meninggal, saksi diketahui sempat bertemu korban pada Sabtu malam (31/1) sekitar pukul 21.45 Wita di sebuah warung. Saat itu, kondisi korban terlihat kurang sehat.

“Saksi melihat korban dalam kondisi lemah dan diduga mengalami sesak napas. Korban sempat disarankan untuk berobat ke rumah sakit, namun yang bersangkutan menolak dengan alasan tidak memiliki BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Karena korban tidak terlihat beraktivitas keesokan harinya, saksi kemudian mengecek kamar kos korban pada Minggu pagi. Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana berwarna cokelat.

“Di dalam kamar korban ditemukan sejumlah obat-obatan, yakni satu keping obat Sanmol dan satu keping obat Dulcolax di samping kasur, tiga keping Paracetamol di tempat sampah, serta satu bungkus obat penurun panas merek Coollfever” ungkap IPDA Eko.

Berdasarkan keterangan saksi, korban tinggal seorang diri di kamar kos tersebut dan diketahui bekerja di sebuah toko. Namun, lamanya korban bekerja dan berdomisili di Tarakan masih dalam pendalaman pihak kepolisian.

Terkait isu yang beredar mengenai kondisi mulut korban yang berbusa, IPDA Eko membenarkan bahwa pada saat ditemukan terdapat cairan keluar dari mulut korban. Namun, hal tersebut telah dijelaskan dalam hasil pemeriksaan medis.

“Berdasarkan hasil visum luar oleh dokter forensik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dijumpai lebam mayat berwarna merah gelap pada bagian leher, punggung, dan pinggang belakang, serta cairan bening bercampur cairan kemerahan yang keluar dari mulut,” terangnya.

Ia menegaskan, cairan tersebut tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai busa akibat keracunan atau overdosis obat, mengingat pemeriksaan yang dilakukan masih berupa visum luar.

“Untuk sementara, indikasi penyebab kematian korban diduga karena sakit, berdasarkan keterangan saksi dan temuan obat-obatan di kamar korban. Namun, penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan tidak adanya unsur pidana,” tegasnya.

Korban DH diketahui warga Malinau berdasarkan data kependudukan tidak sedang menempuh pendidikan. Untuk alamat asal korban serta riwayat tinggal di Tarakan.

“Kami masih mengumpulkan keterangan tambahan guna memastikan penyebab pasti kematian korban,” pungkas IPDA Eko. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #penemuan mayat #polres tarakan