Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Transaksi Digital Kaltara, Nilai QRIS Melonjak Tajam

Azward Halim • Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:55 WIB

BERTUMBUH: Jumlah merchant QRIS di wilayah Kaltara per Juli 2024 kembali meningkat menjadi 89.476 merchant. FOTO: DOK KPW BI KALTARA
BERTUMBUH: Jumlah merchant QRIS di wilayah Kaltara per Juli 2024 kembali meningkat menjadi 89.476 merchant. FOTO: DOK KPW BI KALTARA
TARAKAN - Pemanfaatan sistem pembayaran digital melalui quick response code Indonesian standard (QRIS) di Kalimantan Utara menunjukkan fase kematangan. Meski pertumbuhan pengguna baru mulai melandai, aktivitas transaksi justru meningkat tajam, mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang kian terbiasa bertransaksi nontunai.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, mengungkapkan bahwa perkembangan tersebut terlihat jelas dalam kinerja QRIS selama periode 2023-2025. Hal itu disampaikannya saat silaturahmi bersama awak media di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (30/1).

Hingga Desember 2025, jumlah pengguna QRIS di Kalimantan Utara tercatat sebanyak 131.000 orang atau tumbuh 8,1 persen secara tahunan. Menurut Hasiando, perlambatan pertumbuhan pengguna baru merupakan konsekuensi alami seiring semakin luasnya basis pengguna yang telah terlayani.

“Pertumbuhan ini tetap positif karena masih berasal dari pengguna baru. Saat ini penetrasi QRIS terhadap penduduk usia produktif di Kaltara sudah berada di kisaran 25 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah penduduk usia produktif di Kalimantan Utara mencapai sekitar 392.000 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan peluang pengembangan digitalisasi sistem pembayaran masih terbuka lebar, meskipun dihadapkan pada tantangan geografis seperti luas wilayah, karakter kepulauan, dan kepadatan penduduk yang relatif rendah.

Dari sisi pelaku usaha, adopsi QRIS juga terus menguat. Hingga akhir 2025, jumlah merchant yang menggunakan QRIS tercatat sebanyak 112.826 unit, meningkat 18,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 95.369 unit.

Secara wilayah, Kota Tarakan menjadi daerah dengan kepadatan merchant QRIS tertinggi, disusul Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan.

Namun, indikator paling menonjol terlihat pada sisi transaksi. Sepanjang 2025, volume transaksi QRIS di Kalimantan Utara tumbuh 48 persen, sementara nilai transaksi meningkat signifikan hingga 266 persen.

“Ini menandakan masyarakat tidak hanya menggunakan QRIS untuk transaksi kecil, tetapi sudah semakin percaya diri melakukan transaksi dengan nominal yang lebih besar,” kata Hasiando.

Ia menilai, lonjakan nilai transaksi yang jauh melampaui pertumbuhan pengguna mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran nontunai. QRIS pun dinilai telah menjadi instrumen penting dalam mendukung efisiensi transaksi sekaligus mendorong penguatan ekonomi digital di Kalimantan Utara. (lim)

Editor : Azward Halim