Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Overkapasitas dan Minim Petugas Jadi Tantangan Pengamanan Lapas Tarakan

Eliazar Simon • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:14 WIB
OVERKAPASITAS: Kondisi overkapasitas serta keterbatasan jumlah petugas pengamanan menjadi tantangan utama Lapas Kelas IIA Tarakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
OVERKAPASITAS: Kondisi overkapasitas serta keterbatasan jumlah petugas pengamanan menjadi tantangan utama Lapas Kelas IIA Tarakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

TARAKAN – Kondisi overkapasitas serta keterbatasan jumlah petugas pengamanan menjadi tantangan utama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman.

Kasubag Tata Usaha Lapas Tarakan, Slamet Hariyadi mengungkapkan, jumlah warga binaan saat ini mencapai sekitar 1.300 orang, sementara jumlah petugas pengamanan yang bertugas dalam satu shift masih sangat terbatas.

“Dalam satu shift, petugas pengamanan sekitar 10 orang. Artinya satu petugas bisa mengawasi sekitar 100 warga binaan,” ujar Slamet.

Bahkan, di dalam blok hunian, kondisi pengamanan dinilai belum ideal. Dalam beberapa blok, satu petugas harus mengawasi ratusan warga binaan. “Ada blok yang isinya sekitar 300 orang dijaga satu petugas. Bahkan di dalam blok tertentu, satu petugas bisa mengawasi hingga 700 warga binaan,” jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan kewajiban petugas untuk tetap menjaga menara pengawas, sehingga distribusi personel pengamanan menjadi semakin terbatas. Meski demikian, pihak Lapas Tarakan tetap berupaya maksimal menjalankan tugas pengamanan.

“Ini menjadi kendala dari sisi SDM, tetapi kami tidak putus asa. Kami tetap semangat melaksanakan tugas pengamanan,” tegas Slamet.

Untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan, Lapas Tarakan terus mengedepankan langkah-langkah preventif, seperti deteksi dini, razia rutin dan insidentil, serta tes urine terhadap warga binaan dan pegawai.

Selain itu, pengamanan juga diperketat dari jalur kunjungan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang. Sementara barang terlarang yang ditemukan di dalam lapas, seperti besi rakitan, sendok dan korek api modifikasi, hingga telepon genggam, akan diproses sesuai ketentuan dan dimusnahkan secara berkala.

“Setiap bulan kami melaksanakan pemusnahan barang-barang terlarang setelah melalui proses pemeriksaan dan administrasi,” katanya.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Slamet menegaskan komitmen jajaran Lapas Tarakan untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban. “Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya maksimal agar Lapas Tarakan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #overkapasitas #lapas