Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tiga Atlet Wushu Kaltara Ikuti Seleknas di Jakarta

Eliazar Simon • Rabu, 21 Januari 2026 | 18:55 WIB
Ketua Harian Wushu Indonesia Kaltara, Hendra Radianto
Ketua Harian Wushu Indonesia Kaltara, Hendra Radianto

TARAKAN – Wushu Indonesia (WI) Kalimantan Utara (Kaltara) tetap mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing di tingkat nasional. Sebanyak tiga atlet Wushu Kaltara dipastikan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) Wushu Junior yang digelar oleh Wushu Indonesia Pusat di Jakarta, sebagai tahapan menuju Kejuaraan Dunia Wushu Junior yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.

Ketua Harian Wushu Indonesia Kaltara, Hendra Radianto, mengatakan, seleknas tersebut merupakan agenda penting untuk menjaring atlet terbaik yang akan mewakili Indonesia di kejuaraan dunia. “Hari ini kita ada seleknas, seleksi untuk menuju kejuaraan dunia bulan Maret. Ini seleknas Wushu Junior, dan Kalimantan Utara ikut mengirimkan atlet,” ujar Hendra, Rabu (21/1).

Adapun tiga atlet yang mewakili Kaltara yakni Romi Dilla Achmad, Muyassar Raehan, dan Diken Kurniawan. Awalnya, Kaltara berencana mengirimkan empat atlet, namun satu atlet batal diberangkatkan karena kelas yang dipertandingkan tidak tersedia.

Hendra menjelaskan, keterbatasan jumlah atlet yang dikirimkan tidak terlepas dari belum pastinya dukungan anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara. “Permasalahannya sampai sekarang anggaran dari KONI belum ada kepastian. Jadi kita belum bisa mengirim maksimal, hanya sesuai kemampuan yang ada,” jelasnya.

Seleknas Wushu Junior tahun ini diikuti oleh atlet-atlet pilihan dari seluruh Indonesia. Namun tidak semua provinsi diundang. Dari total peserta, hanya 18 provinsi yang mendapatkan undangan resmi, dan Kaltara menjadi salah satunya.

“Yang diundang ke seleknas itu biasanya atlet yang background-nya sudah pernah juara. Jadi memang yang dipanggil ini atlet-atlet berprestasi,” katanya.

Ia menyebutkan, atlet yang dapat mengikuti seleknas umumnya merupakan peraih medali di kejuaraan nasional, termasuk Kejurnas maupun ajang PON Bela Diri. Pada Kejurnas sebelumnya, Kaltara berhasil meraih satu medali perak dan satu perunggu.

Salah satu atlet andalan Kaltara, Romi Dilla Achmad, merupakan peraih medali perak pada Kejurnas, sehingga dinilai layak bersaing di seleknas. Untuk kategori usia, seleknas junior mempertandingkan beberapa kelompok umur. Pada nomor Taolu terdapat kategori usia 10–12 tahun, 14–16 tahun, dan 16–18 tahun. Sementara untuk nomor Sanda, hanya mempertandingkan kategori usia 14–16 tahun dan 16–18 tahun.

Meski persiapan terbilang singkat karena panggilan seleknas yang bersifat mendadak, Hendra tetap optimistis atlet Kaltara mampu bersaing. “Kalau persiapan seperti waktu Kejurnas, kita optimis. Cuma memang ini atlet pelajar, jadi persiapannya harus disesuaikan dengan sekolah. Apalagi panggilan seleknas ini cukup mendadak di bulan Januari,” ungkapnya.

Seleksi Nasional Wushu Junior tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 22–23 Januari. "Hasil seleknas akan menentukan atlet yang lolos untuk memperkuat tim nasional Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior bulan Maret mendatang," pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#seleknas #wushu #kaltara #olahraga