TARAKAN - Keberadaan buaya di kawasan Embung Persemaian bukanlah fenomena baru. Hal tersebut disampaikan Petrus Ketua RT 07 Kelurahan Karang Harapan.
Petrus menyebutkan bahwa sebelum kawasan itu difungsikan sebagai embung, lokasi tersebut memang sudah menjadi habitat buaya. Menurut Petrus, sejak dahulu area tersebut berupa kolam alami yang telah lama dikenal sebagai tempat hidup buaya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah terjadi peristiwa buaya menyerang manusia. Masyarakat setempat meyakini buaya hanya menyerang sesama hewan dan tidak berani mendekati manusia.
“Dari dulu memang sudah ada buaya. Sebelum jadi embung, itu kolam. Jadi habitatnya memang sudah ada sejak lama. Sebelum dibangun embung, tempat itu sudah ada buayanya,” ujar Petrus, Rabu (21/1).
Namun demikian, Petrus menyoroti kondisi embung yang saat ini dinilai kurang terawat. Semak belukar dan rumput liar yang tumbuh lebat membuat kawasan tersebut semakin nyaman bagi buaya untuk berkembang biak. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan ancaman bagi warga sekitar. “Dulu embung ini bersih dan dirawat. Sekarang sudah jadi semak. Kondisi seperti ini membuat buaya makin betah,” ucapnya.
Ia berharap pihak terkait segera melakukan pembersihan dan perawatan embung sebagai langkah pencegahan. Selain mengurangi potensi habitat buaya, perawatan waduk juga diharapkan dapat membatasi aktivitas warga yang kerap masuk ke area tersebut untuk mencari rumput.
“Kalau dibersihkan seperti dulu, orang juga tidak akan sering masuk ke dalam. Harapan kami embung ini kembali dirawat,” pungkas Petrus. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT