Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Buaya Serang Warga di Embung Persemaian, Ini Ukuran Buaya yang Dibeberkan Penjaga Embung

Zakaria RT • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:39 WIB
MENUNJUKKAN: Petugas penjaga Embung Persemaian menunjukan titik korban diterkam kepada wartawan Radar Tarakan.
MENUNJUKKAN: Petugas penjaga Embung Persemaian menunjukan titik korban diterkam kepada wartawan Radar Tarakan.

TARAKAN – Terjadinya insiden penyerangan buaya terhadap warga yang mencari rumput menimbulkan pertanyaan publik terhadap sebanyak apa jumlah buaya yang berada di sekitar embung. Mengingat tercatat sudah 3 kali evakuasi buaya dilakukan oleh petugas PDAM bersama animal rescue Pemadam Kebakaran. Namun diakuinya masih terdapat buaya yang sering menampakan diri di Embung Persemaian.

Saat dikonfirmasi, Amir (57) yang merupakan petugas penjaga embung menerangkan, jika jumlah buaya yang berada di waduk diperkirakan lebih dari 3 ekor. Bahkan dikatakannya, pihaknya pernah melihat sepasang buaya yang berenang bersama beberapa anaknya. Namun demikian, ia menegaskan selalu mengingatkan kepada masyarakat yang hendak berolahraga di kawasan embung agar berhati-hati dan tidak mendekati air. Meski demikian, ia tidak bisa melarang masyarakat beraktifitas lantaran kawasan embung masuk dalam status objek wisata.

"Kalau jumlahnya saya belum mengetahui secara pasti , setidaknya terdapat 3 ekor buaya. Saya beberapa kali pernah lihat ada 2 ekor berenang dan didekatnya ada anaknya. Kami selelu sudah pasang pagar dan papan peringatan larangan masuk di sekitar lokasi. Tapi masih banyak warga yang nekat masuk, baik untuk memancing maupun mengambil rumput. Mereka juga sudah tahu kalau di dalam ada buayanya," ujarnya, Selasa (20/1).

“Pagar dan papan larangan sudah ada, tapi masih saja ada yang masuk. Kami berharap masyarakat bisa lebih sadar dan tidak beraktivitas di sekitar waduk. Karena kalau ada kejadian nanti petugas lagi yang disalahkan," sambungnya.

Diakuinya, buaya kerap menampakan diri di jam tertentu seperti saat petang dan saat fajar. Dikatakannya, titik favorit buaya berada di semak rurumputan dan semen gerbang turunan menuju waduk. Hanya saja, ia mengakui buaya tersebut cukup sensitif sehingga jika mendengar adanya keberadaan manusia, sang buaya langsung berlari masuk ke air.

"Ada yang ukurannya 3 meter, saya rasa itu yang paling besar. Dia senang keluar kalau Maghrib dan pagi-pagi. Kalau dia sadar ada manusia, dia langsung masuk ke air. Beberapa kali saya melihatnya secara sembunyi-sembunyi," katanya.

"Ada juga pernah 2 ekor kambing warga dimakan buaya, ada juga 1 ekor anjing. Kadang warga lepaskan saja kambingnya makan di sekitar sini karena banyak rumput. Mungkin karena terlalu dekat dengan air, kambingnya diterkam. Setahu saya buayanya bukan hanya di waduk saja, tapi di sekitar sungai aliran menuju ke sini juga ada. Saya pernah lihat langsung," bebernya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #serangan buaya #buaya