Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Harga Rumput Laut Tarakan Anjlok, Ini Upaya yang Akan Dilakukan Pemkot

Zakaria RT • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:28 WIB
Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Tarakan, Husna Ersant Dirgantara
Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Tarakan, Husna Ersant Dirgantara

TARAKAN – Harga rumput laut kering di Kota Tarakan kembali mengalami penurunan. Setelah sempat menyentuh Rp 11.000 per kilogram, kini harga jual di tingkat pembudidaya turun menjadi Rp 10.000 per kilogram. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan untuk mengupayakan skema penjualan langsung dari pembudidaya ke pabrik pengolahan guna memangkas rantai pemasaran.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kota Tarakan, Husna Ersant Dirgantara mengatakan, salah satu penyebab rendahnya harga rumput laut adalah panjangnya jalur distribusi yang masih bergantung pada pengepul, selain faktor kualitas produk.

“Harapannya pembudidaya bisa langsung menjual ke pabrik, bukan lagi ke pengepul. Kalau rantainya dipangkas, harga di tingkat masyarakat bisa lebih baik. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Agrobisnis mulai mencoba pengiriman rumput laut langsung ke PT Biota Laut Ganggang di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan," ujarnya, Selasa (20/1).

"Skema ini dinilai mampu memberikan harga yang lebih stabil dibandingkan pola pemasaran lama. Harga rumput laut sangat bergantung pada kadar air dan kebersihan. Rumput laut yang masih lembab umumnya hanya dihargai Rp 10.000 hingga Rp 10.500 per kilogram," sambungnya.

Diungkapkannya, jika kualitas rumput laut baik dan benar-benar kering, tentu harganya berbeda. Selain pengiriman rumput laut kering, peluang pengolahan rumput laut basah juga tengah dijajaki melalui kerja sama dengan perusahaan asal Bali. Perusahaan tersebut memanfaatkan rumput laut sebagai bahan baku pupuk dan bahan bakar nabati (biofuel) yang rencananya akan diekspor ke India.

"Kalau alasan pedagang memilih menjual basah, karena penjualan rumput laut basah dinilai memiliki keunggulan dari sisi perputaran modal. Panen langsung dijual tanpa proses pengeringan. Uang bisa lebih cepat berputar karena langsung masuk pabrik,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #rumput laut #Dinas Perikanan