TARAKAN – Posisi Tarakan sebagai wilayah perbatasan membuat daerah ini rawan dimanfaatkan sebagai jalur peredaran barang ilegal dan narkotika. Sepanjang tahun 2025, Kantor Bea dan Cukai (KBC) Tarakan tampil sebagai garda terdepan pengamanan dengan membongkar 128 kasus penindakan, mulai dari penyelundupan rokok ilegal hingga narkotika dalam jumlah besar.
Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo mengatakan, penindakan dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat dari barang berbahaya dan ilegal yang dapat merusak kesehatan, keamanan, serta perekonomian daerah. “Selama 2025, kami mencatat 128 penindakan. Rinciannya, 55 penindakan kepabeanan, 65 penindakan cukai, dan 8 penindakan narkotika,” ujar Wahyu.
Dari seluruh penindakan tersebut, sektor cukai menjadi yang paling dominan. Bea Cukai Tarakan berhasil mengamankan 7.280.356 batang rokok ilegal, 3.000 gram tembakau iris, serta 306, 725 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang tidak sesuai ketentuan.
Menurut Wahyu, peredaran rokok ilegal masih menjadi ancaman serius karena selain merugikan negara, juga membahayakan masyarakat akibat tidak terjaminnya kualitas produk.
“Rokok ilegal ini tidak melalui pengawasan negara. Dampaknya bukan hanya ke penerimaan, tetapi juga ke kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Pada sektor kepabeanan, petugas juga mengamankan berbagai barang selundupan, antara lain beras sekitar 6 ton, gula sekitar 9,6 ton, 24 bal pakaian bekas, 1 set mesin, 40 pcs kosmetik, perkakas, hingga 1 unit kendaraan air. Selain itu, turut diamankan barang pornografi dan sejumlah barang lain yang melanggar ketentuan kepabeanan.
Tak kalah serius, Bea Cukai Tarakan juga berperan aktif dalam pemberantasan narkotika. Sepanjang 2025, petugas berhasil menggagalkan peredaran 32.578 gram metamfetamin (sabu), 147,44 gram ganja, 50 butir alprazolam, serta 16 butir kodein.
“Penindakan narkotika ini kami lakukan bersama aparat penegak hukum lainnya. Ini bentuk komitmen kami melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” katanya.
Wahyu menambahkan, pengawasan akan terus diperkuat, terutama di jalur-jalur rawan perbatasan. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait kepabeanan dan cukai. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT