TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan tak hanya fokus pada pembinaan keamanan, tetapi juga serius membangun kemandirian melalui sektor pertanian. Salah satunya terlihat dari kegiatan kontrol dan perawatan tanaman kacang panjang di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (14/1).
Sejak pukul 09.00 WITA, petugas lapas bersama anak magang tampak menyusuri area kebun SAE. Mereka mengecek kondisi tanaman, membersihkan gulma, hingga melakukan penyiraman. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus media belajar langsung bagi anak magang dalam mengelola pertanian hortikultura.
Program ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Kelas IIA Tarakan, Jupri menegaskan, SAE tidak hanya difungsikan sebagai lahan pertanian, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pembentukan keterampilan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali keterampilan yang bermanfaat, baik bagi warga binaan maupun anak magang. Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa diterapkan secara mandiri di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan berbasis pertanian menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan program yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak aman dan tertib dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Lapas Kelas IIA Tarakan pun berkomitmen untuk terus melakukan perawatan dan pemantauan rutin terhadap tanaman di SAE agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan.
"Dengan pengelolaan yang konsisten, kebun SAE Lapas Tarakan diharapkan mampu menjadi contoh pembinaan kemandirian yang tidak hanya berdampak bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat sekitar," pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT