Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

5 Hektare Hutan Lindung di Tarakan Terdampak Karhutla Sepanjang 2025

Zakaria RT • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06 WIB

 

Kepala UPTD KPH Kota Tarakan, Ridwanto Suma.
Kepala UPTD KPH Kota Tarakan, Ridwanto Suma.

TARAKAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025 berdampak pada sekitar 5 hektare kawasan hutan lindung di Kota Tarakan. Peristiwa tersebut dipastikan tidak dipicu oleh pembakaran langsung di dalam kawasan hutan.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan, Ridwanto Suma mengatakan, api yang menghanguskan kawasan hutan lindung berasal dari luar area, tepatnya dari Area Penggunaan Lain (APL).

“Api merambat dari aktivitas masyarakat di luar kawasan hutan lindung. Tidak ada indikasi pembakaran yang dilakukan di dalam kawasan,” ujar Ridwanto, Jumat (16/1).

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan dan evaluasi selama 2025, total luasan hutan lindung yang terdampak karhutla mencapai kurang lebih 5 hektare. Meski tergolong kecil, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu fungsi ekologis kawasan.

Diungkapkannya, sebagai langkah antisipasi, KPH Tarakan telah memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan membentuk tim internal serta melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) di sejumlah wilayah. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan bersama BPBD dan Kelompok Relawan Kebakaran (Korlakar).

“Kami rutin turun ke lapangan, melakukan patroli, penyuluhan, dan sosialisasi agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko kebakaran,” katanya.

Ia menekankan, edukasi difokuskan pada aktivitas pembukaan lahan di APL agar tidak memicu kebakaran yang merembet ke kawasan hutan lindung. Pasca kebakaran, KPH Tarakan juga langsung menyiapkan program rehabilitasi untuk memulihkan kawasan yang terdampak. Rehabilitasi mulai dilaksanakan sejak akhir 2025 dengan memanfaatkan kondisi musim hujan. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan jenis tanaman dan karakteristik lahan.

“Karena tanah di kawasan ini cenderung berpasir, kami menanam tanaman pionir terlebih dahulu agar pemulihan bisa lebih cepat. Upaya tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi hutan lindung sekaligus mencegah dampak lanjutan akibat karhutla di masa mendatang," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#karhutla #tarakan #hutan lindung