TARAKAN – Maraknya berbagai persoalan sosial di kalangan pelajar, mulai dari kenakalan remaja hingga penyimpangan perilaku, mendorong penguatan pendidikan agama di sekolah umum dan madrasah sebagai langkah preventif yang dinilai paling efektif.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, H. Syopyan, M.Pd., menegaskan, guru pendidikan agama di sekolah umum tetap berada di bawah pembinaan Kementerian Agama, meskipun pengangkatannya dilakukan melalui dua jalur berbeda.
“Guru agama ada yang diangkat oleh Kementerian Agama dan ada pula yang diangkat oleh pemerintah kota. Namun pembinaan kurikulum serta materi ajarnya tetap menjadi kewenangan Kementerian Agama,” ujar Syopyan, Kamis (15/1).
Ia mengatakan, penguatan pendidikan agama dan nilai moral menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks dan berpengaruh langsung terhadap perilaku peserta didik.
Pembinaan guru agama, lanjut Syopyan, dilakukan secara berkelanjutan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk tingkat sekolah dasar dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk tingkat sekolah menengah.
“Forum ini menjadi ruang penguatan materi pembelajaran yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, akhlak, dan upaya pencegahan kenakalan remaja,” jelasnya.
Syopyan juga menyoroti peran madrasah yang dinilai memiliki keunggulan dalam pendidikan karakter karena porsi mata pelajaran keagamaannya lebih besar dibanding sekolah umum.
“Di madrasah ada lima mata pelajaran agama. Ini menjadi modal kuat untuk membentuk karakter dan akhlak peserta didik,” katanya.
Menurutnya, madrasah harus tampil sebagai garda terdepan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.
“Kami berharap madrasah benar-benar menjadi motor penggerak dalam mencegah penyimpangan perilaku dan kenakalan remaja melalui pendidikan agama yang kuat,” tegasnya.
Selain penguatan internal, Kemenag Tarakan juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperluas edukasi kepada peserta didik.
“Kami sangat terbuka bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan, agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh,” pungkas Syopyan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT