Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tekan Biaya Logistik melalui Pengoperasian Tol Laut, Ini Penjelasan Pelni Tarakan

Zakaria RT • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:26 WIB
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi

TARAKAN – Sebagai upaya meningkatkan distribusi logistik dan memperlancar arus perdagangan ke berbagai daerah, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menugaskan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Tarakan mengoperasikan Tol Laut untuk melayani rute logistik dari ujung Utara Kalimantan ke Makassar dan Surabaya. Sehingga dalam waktu dekat tol laut untuk logistik mulai dioperasikan.

Saat dikonfirmasi, Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi menegaskan, KM Logistik Nusantara V, dijadwalkan sandar perdana di Pelabuhan Tarakan pada 25 Januari 2026. Lanjutnya, dengan beroperasinya kapal tersebut diharapkan dapat menekan biaya logistik sekaligus menjaga ketersediaan barang pokok bagi masyarakat Tarakan dan sekitarnya.

“Di tahun 2026 ini kami mendapatkan penugasan dari Kemenhub, yang mana akan masuk 1 unit kapal tol laut. Dengan trayek Surabaya, Makassar, Nunukan, Tarakan kembali ke Makassar dan Surabaya. Terkait dengan penugasan kapal tol laut ini adalah KM Logistik Nusantara V dengan kapasitas angkut 200 TEUs atau setara dengan 200 kontainer," ujarnya, Selasa (13/1).

"Nantinya kapal ini difokuskan mengangkut barang pokok penting (bapokting) sesuai kebutuhan daerah. KM Logistik Nusantara V dilengkapi kontainer pendingin (reefer container) untuk komoditas beku seperti kebutuhan pangan. Kami siapkan sekitar 7 sampai 8 unit reefer container di atas kapal. Ini penting untuk menjaga kualitas frozen food selama pengiriman,” sambungnya.

Diungkapkannya, layanan Tol Laut menggunakan tarif subsidi pemerintah yang ditetapkan secara transparan melalui sistem online terintegrasi. Pelaku usaha wajib melakukan pemesanan melalui sistem resmi Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan. Kendati demikian, ia menegaskan jika Pelni hanya sebagai operator sehingga pelaku usaha harus mendapat persetujuan dari Dinas Perdagangan sebelum kontainer disiapkan.

"Selain mengangkut barang masuk, Pelni juga menargetkan muatan balik dari Tarakan dan sekitarnya. Salah satu komoditas unggulan yang dibidik adalah rumput laut. Kami ingin trayek ini dimanfaatkan untuk mengirim hasil daerah keluar, sehingga bisa mendorong perekonomian lokal,” jelasnya.

"Kami bersama pemerintah daerah akan menggelar sosialisasi Tol Laut pada 19–20 Januari 2026 untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha terkait mekanisme layanan. untuk pengawasan, Pelni memastikan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait tetap berjalan guna mencegah penyalahgunaan jalur logistik," lanjutnya.

Diungkapkannya, dengan kehadiran Tol Laut di Kaltara menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam hal kepentingan perdagangan dan pemasokan logistik kebutuhan untuk daerah. Sehingga hal tersebut nantinya diharapkan memberi dampak peningkatan perekonomian bagi masyarakat.

“Dalam hal ini kami hanya sebagai operator menjalankan penugasan oleh negara. Tentunya setiap aktivitas terutama perizinan akan berhubungan dengan pemerintah daerah. Diharapkan kehadiran Tol Laut dapat mempercepat pembangunan daerah dan juga perekonomian masyarakat," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pelni #tol laut