Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

TOS Nusantara Mulai Diuji di Pelabuhan Tarakan, Customer Bisa Pantau Kontainer Real Time

Eliazar Simon • Selasa, 13 Januari 2026 | 14:42 WIB

 

LAYANAN : Untuk peningkatan layanan peti kemas Pelindo Peti Kemas Tarakan terus memperkuat transformasi digital di sektor kepelabuhanan.
LAYANAN : Untuk peningkatan layanan peti kemas Pelindo Peti Kemas Tarakan terus memperkuat transformasi digital di sektor kepelabuhanan.

TARAKAN – PT Pelindo Peti Kemas Tarakan terus memperkuat transformasi digital di sektor kepelabuhanan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengimplementasikan Terminal Operating System (TOS) Nusantara, sistem operasi terminal berstandar internasional yang dikembangkan PT Indonesia Logistik & Supply Chain (ILCS).

Terminal Head (TH) PT Pelindo Peti Kemas Tarakan, Amrullah, menjelaskan bahwa TOS Nusantara dirancang untuk mendigitalisasi dan mengintegrasikan seluruh proses operasional pelabuhan secara terpadu. Sistem ini menyediakan visibilitas terminal berbasis 3D, perencanaan lanjutan, kontrol real-time, hingga manajemen operasi yang terintegrasi dalam satu dashboard.

“Pelabuhan Tarakan menjadi pelabuhan ke-15 di Indonesia yang mengimplementasikan TOS Nusantara. Ini merupakan terminal operating system terbaru dengan standar internasional, yang bertujuan memudahkan customer dalam melakukan order, request, hingga updating posisi peti kemas secara real time,” ujar Amrullah, Selasa (13/1).

Menurutnya, penerapan TOS Nusantara tidak hanya berfokus pada kemudahan layanan pelanggan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kinerja operasional, khususnya kecepatan bongkar muat di dalam pelabuhan.

“Dengan sistem ini, perencanaan bongkar muat menjadi lebih presisi. Sebelum kapal sandar, kami sudah mengetahui jumlah bongkar dan muat yang akan dilakukan. Jadi tidak ada lagi perencanaan insidental di lapangan,” jelasnya.

Amrullah mengungkapkan, saat ini Pelindo Peti Kemas Tarakan masih berada pada tahap sistemisasi dan pembaruan data, dengan rencana go live pada awal Februari 2026. Meski demikian, uji coba sistem sudah dilakukan sejak September 2025.

“Kami sudah mulai implementasi dan uji coba sejak September. Sekarang kami fokus update seluruh sistem agar saat go live nanti sudah benar-benar siap,” katanya.

Untuk memastikan kelancaran implementasi, Pelindo juga akan melakukan sosialisasi lanjutan kepada para pengguna jasa. Sosialisasi tersebut akan melibatkan tim komersial dan operasional, guna memberikan pemahaman teknis terkait penggunaan sistem TOS Nusantara.

“Nantinya customer cukup mengklik nomor kontainer melalui dashboard. Mereka bisa mengetahui posisi kontainer, sudah berapa lama berada di pelabuhan, dan kapan bisa diambil. Semua informasi tersedia secara real time,” terang Amrullah.

Selain transformasi digital, Pelindo Peti Kemas Tarakan juga mulai menerapkan pola operasional 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) sejak 1 Januari 2026. Kebijakan ini dilakukan dengan menambah satu grup kerja baru untuk mendukung layanan non-stop.

“Selama ini operasional hanya 20 jam per hari karena ada waktu istirahat. Tahun ini kami tambah satu grup kerja untuk mengakomodir layanan 24 jam penuh,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu surat rekomendasi resmi dari Syahbandar Tarakan terkait penerapan operasional 24/7. Namun, secara facial trial, layanan tersebut sudah mulai dijalankan sejak awal Januari.

Lebih lanjut, Amrullah menegaskan bahwa optimalisasi sistem dan jam operasional ini juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan kepelabuhanan yang sempat terjadi sebelumnya, termasuk isu keterbatasan tambatan.

Dengan penerapan TOS Nusantara dan layanan 24/7, Pelindo Peti Kemas Tarakan menargetkan peningkatan efisiensi logistik sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem pelabuhan digital tunggal di Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan Kaltara.

“Secara panjang dermaga sebenarnya tidak ada kendala. Dengan perencanaan yang lebih matang melalui TOS Nusantara, utilisasi tambatan bisa lebih optimal,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pelindo #Pelabuhan Malundung