Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Melebihi dari Target, Ini Jumlah Penerimaan Negara yang Dibukukan Bea Cukai Tarakan

Eliazar Simon • Senin, 12 Januari 2026 | 15:34 WIB

 

MELEBIHI TARGET : Di tahun 2025 Kantor Bea dan Cukai Tarakan mencatat kinerja positif dengan mendapatkan penerimaan mencapai Rp 34 miliar.
MELEBIHI TARGET : Di tahun 2025 Kantor Bea dan Cukai Tarakan mencatat kinerja positif dengan mendapatkan penerimaan mencapai Rp 34 miliar.

TARAKAN – Kantor Bea dan Cukai Tarakan mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025. Total penerimaan negara yang berhasil dibukukan mencapai Rp 35,77 miliar, atau 110,12 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 32,48 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan Wahyu Budi Utomo mengungkapkan, capaian tersebut ditopang oleh tiga sumber utama penerimaan, yakni bea masuk, bea keluar, dan cukai, serta tambahan dari denda administrasi.

“Secara umum penerimaan Bea Cukai Tarakan berasal dari tiga sektor utama. Alhamdulillah, total penerimaan tahun 2025 melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Wahyu, Senin (12/1).

Dari rincian penerimaan, bea masuk menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp 33,36 miliar. Sementara bea keluar tercatat sebesar Rp 526,42 juta, cukai sebesar Rp 460,62 juta, serta denda administrasi mencapai Rp 1,41 miliar.

“Kalau dilihat per sektor, semuanya tercapai. Bea masuk tercapai, bea keluar tercapai, begitu juga cukai,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, dominasi bea masuk pada 2025 tidak terlepas dari aktivitas impor mesin-mesin industri untuk pembangunan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) Tanah Kuning. “Bea masuk paling besar itu berasal dari impor mesin industri untuk kawasan KIPI. Jadi penerimaan kita sangat bergantung pada perkembangan industri di sana,” terangnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ketergantungan tersebut sekaligus menjadi tantangan ke depan. Jika tahap kedua pembangunan KIPI belum berjalan, penerimaan bea masuk berpotensi mengalami penurunan.

“Kalau tahap dua belum mulai, kemungkinan penerimaan kita akan short. Karena memang bea masuk sangat tergantung pada pembangunan industri,” ujarnya.

Adapun kontribusi bea masuk dari komoditas lain relatif kecil. Salah satunya berasal dari industri kertas di Tarakan. “Bahan baku utamanya kan kayu lokal. Yang impor hanya bahan penunjang untuk pembersihan kayu, jumlahnya sangat kecil,” katanya.

Tantangan Bea Cukai Tarakan semakin besar pada tahun 2026. Target penerimaan disebut melonjak signifikan hingga sekitar Rp 600 miliar, atau hampir 20 kali lipat dibandingkan realisasi 2025. “Tahun 2026 targetnya naik cukup signifikan. Dari sekitar Rp 35 miliar menjadi sekitar Rp 600 miliar,” ungkap Wahyu.

Menghadapi lonjakan target tersebut, Bea Cukai Tarakan masih melakukan pemetaan dan identifikasi sumber-sumber penerimaan baru. “Kita masih mengidentifikasi potensi-potensi yang ada. Karena memang untuk barang impor yang dikenakan bea masuk di Tarakan ini relatif minim,” katanya.

Salah satu potensi penerimaan yang tengah ditunggu adalah rencana pengenaan bea keluar terhadap komoditas batu bara. Namun hingga kini, petunjuk teknis dari pemerintah pusat belum diterbitkan.

“Kalau batu bara jadi dikenakan bea keluar, tentu ini bisa menjadi salah satu sumber penerimaan. Tapi petunjuk teknisnya belum ada, jadi kita belum bisa menghitung potensi pastinya,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, penerimaan dari bea keluar batu bara sangat dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan kondisi pasar energi dunia. “Kalau suplai energi dunia terganggu, permintaan batu bara naik dan penerimaan ikut naik. Tapi kalau suplai sudah stabil, penerimaan bisa turun lagi,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri juga turut memengaruhi volume ekspor. “Kalau kebutuhan dalam negeri meningkat, ekspor akan ditekan. Itu otomatis berdampak pada penerimaan bea keluar,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #penerimaan negara #bea cukai