Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Seriusi Fenomena LGBT, DPRD Tarakan Usulkan Siswa "Ngondek" Dikirim ke Barak Militer?

Zakaria RT • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:12 WIB
RDP : Komisi II DPRD Tarakan saat melakukan pembahasan fenomena LGBT.
RDP : Komisi II DPRD Tarakan saat melakukan pembahasan fenomena LGBT.

TARAKAN - Adanya laporan masuknya fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di lingkungan sekolah di Kota Tarakan, menimbulkan perhatian serius masyarakat. Sehingga kondisi ini menimbulkan tanggapan dari berbagai kalangan.

Saat dikonfirmasi usai mengundang jajaran Dinas Pendidikan dalam pembahasan LGBT di Kota Tarakan, Anggota Komisi II DPRD Tarakan, Abdul Kadir menerangkan, jika persoalan ini tidak dapat dipandang gampang. Dikatakannya, jika situasi yang dinilai sudah di ambang batas, DPRD Tarakan berencana mengirim siswa yang terindikasi menyimpang ke barak militer untuk pembinaan mental dan kedisiplinan.

"Kami juga prihatin dengan kondisi ini, apalagi kita negera dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agamis tidak membenarkan hal ini. Kami minta sekolah lakukan pembinaan melalui orangtuanya. Kalau memang setelah dipanggil orang tuanya tetap tidak berubah, kami menawarkan kepada Dinas Pendidikan bagaimana kalau mereka ini kita masukkan ke barak militer. Kita titipkan ke TNI untuk dilatih kedisiplinannya, untuk mengembalikan kodrat laki-lakinya," ungkapnya, Sabtu (10/1).

"Sebenarnya masalah siswa melambai atau tomboi ini bukan hanya masalah gaya dan penampilannya, tapi ada dampak lebih besar dari ini, yaitu orientasi seksnya yang dikhawatirkan mengarah pada sesama jenis. Sehingga pencegahan serius perlu dilakukan untuk mengubah pandangannya menyesuaikan kodratnya," katanya.

Sementara itu, salah satu guru di sekolah swasta, Bahar Mahmud menerangkan, pihaknya cukup setuju jika adanya wacana siswa melambai dimasukan ke barak militer. Ia mengakui jika kebijakan tersebut meniru kebiasaan Pemerintah Jawa Barat. Namun secara pribadi ia mengangumi kebijakan tersebut lantaran dinilai berhasil membina siswa. Menurutnya, dengan didikan militer bisa saja dapat mengubah karakter siswa mengikuti kodratnya.

"Sebagai guru, menurut saya ini usulan cukup positif karena secara pribadi saya kagum dengan kebijakan Pemda Jabar yang melibatkan militer untuk pembinaan siswa yang dianggap bermasalah. Di sana mereka dididik untuk lebih disiplin, bertanggungjawab dan mandiri. Saya kira kebijakan ini efektif kalau diterapkan kepada siswa tanda kutip agak melambai," katanya.

"Dengan pendidikan ala militer tentu juga ditanamkan jika bela negara dan nilai Pancasila terhadap siswa. Sehingga selain membentuk karakter siswa, pendidikan di barak akan menanamkan cinta tanah air kepada siswa yang nantinya akan selalu diingat dan menjadi pedoman mereka kelak," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#lgbt #tarakan #dprd