TARAKAN - Setelah melalui proses panjang, akhirnya program penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) mulai dilaksanakan di awal tahun ini, hal tersebut dapat terlihat di beberapa titik di Kota Tarakan seperti Jalan Aki Balak, Jenderal Sudirman, Tanjung Pasir dan Tanjung Batu serta beberapa gang di pemukiman masyarakat.
Namun demikian, terdapat beberapa daerah yang belum terpasang secara maksimal sehingga DPRD Tarakan memanggil Dishub Tarakan dalam agenda RDP evaluasi capaian Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun 2025 serta rencana pengalokasian anggaran untuk tahun 2026 pada Selasa (6/1) Sore.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Ramadhana, memberikan catatannya dalam pemantauan pemasangan PJU di Kota Tarakan. Dikatakannya, secara umum, realisasi fisik PJU tahun 2025 diklaim sudah mencapai 98 persen. Pemasangan itu termasuk di area skitar runway bandara yakni Jalan Aki Balak setelah bertahun-tahun terkendala izin Otoritas Bandara. Adapun untuk besaran anggaran untuk pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dibadrol Rp 2,7 milliar.
"Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,7 miliar untuk melakukan pemasangan 61 titik lampu baru menggunakan tenaga surya. Kami menekankan agar Dishub memprioritaskan daerah pelosok yang belum tersentuh penerangan sama sekali," ujarnya.
"Selain penambahan titik baru, kami mengingatkan pentingnya aspek pemeliharaan (maintenance). Merawat itu terkadang lebih susah daripada memasang. Kami minta Dishub juga memperhatikan lampu-lampu yang mati (tidak berfungsi) di lapangan," sambungnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Tarakan Asrin Saleh menyampaikan kekecewaannya terkait proses pemasangan PJU di wilayah pesisir, khususnya sepanjang jalan poros Tanjung Pasir hingga Tanjung Batu yang dinilai lambat. Ditegaskannya, masyarakat pesisir telah berkontribusi melalui pajak retribusi PJU setiap kali membeli token listrik (KWH), namun manfaatnya belum dirasakan secara maksimal.
"Kami di DPRD bukan anak-anak lagi yang hanya dijanjikan kata-kata manis. Dari 64 titik yang dijanjikan untuk Tanjung Pasir, baru terpasang 4 titik. Saya sempat diminta warga untuk menurunkan saja yang ada kalau memang tidak serius. Kami butuh bukti dan realisasi lapangan yang langsung dinikmati masyarakat," ungkapnya kecewa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Kota Tarakan, Sukarman menjelaskan, kendala utama di lapangan adalah masalah teknis dan cuaca. Ia membantah hanya memberikan janji dan menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan.
"Jaringan sebenarnya sudah terpasang semua. Kendala kemarin adalah teknisi dan cuaca yang tidak mendukung. Hari ini, jika cuaca bagus, kami targetkan 14 lampu lagi akan terpasang di wilayah tersebut. Kami juga terkendala masalah anggaran untuk langsung memenuhi 64 titik sekaligus, sehingga pemasangan dilakukan secara bertahap," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT