Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Harga Daging Ayam Beku Lebih Murah Beri Dampak Penjualan Ayam Lokal di Tarakan

Zakaria RT • Selasa, 6 Januari 2026 | 18:25 WIB
JADI POLEMIK: Ilustrasi penampakan komoditi ayam yang dijual di pasar tradisional Kota Tarakan.
JADI POLEMIK: Ilustrasi penampakan komoditi ayam yang dijual di pasar tradisional Kota Tarakan.

TARAKAN – Adanya keluhan peternak ayam lokal di Kota Tarakan terhadap kehadiran agen baru yang menawarkan harga kontrak jual jauh lebih rendah dari harga yang ada menimbulkan polemik. Keluhan tersebut lantaran adanya Kekhawatiran jatuhnya harga daging ayam di Kota Tarakan yang dapat membuat peternak dan agen yang sudah ada gigit jari. Di sisi lain, Kehadiran agen baru yang memberlakukan harga lebih murah berdampak positif di sisi masyarakat yang bisa membuat harga daging ayam lokal lebih murah dari sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, Ardan salah satu pedagang daging ayam lokal mengaku tidak mempersoalkan jika terjadinya penurunan harga. Dikatakannya, justru dengan turunnya harga daging ayam memudahkan pedagang menjual dagangannya. Dikatakannya, selama ini kendala yang dihadapi pedagang daging ayam di Tarakan lantaran harganya yang mahal. Dengan kondisi ini membuat banyak masyarakat harus memilih daging ayam beku dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

"Kalau saya sih sebagai pedagang senang kalau harga turun, karena kami hanya membeli kemudian menjual lagi. Karena selama ini banyak pelanggan beralih ke ayam beku karena harga daging ayam mahal. Kami juga tidak bisa berbuat banyak karena kami hanya membeli dari agen. Mau tidak mau kami juga menjual di atas harga modal kami," ujarnya, Selasa (6/1).

"Kalau kami jual murah kami tidak untung, jual mahal dagangan kami tidak laku. Malah kami senang kalau harganya bisa turun. Coba lihat sekarang, banyak pedagang daging ayam gulung tikar. Selain karena sudah banyak pedagang ayam di jalan, itu juga karena banyak orang pilih beli ayam beku. Akhirnya pedagang di pasar susah bertahan," sambungnya.

Diungkapkannya, saat ini harga daging ayam di Tarakan berkisar Rp 40 hingga 45 ribu per kilogram. Hal tersebut jauh berada di atas harga daging ayam beku. Sehingga kata dia, jika selisih harga terus terjadi, bukan tidak mungkin semua masyarakat memilih daging ayam beku. Apalagi kata dia, di tengah situasi sulitnya perekonomian masyarakat.

"Kalau daging ayam bagian dada harganya Rp 40.000 per kilogram. Kalau hanya hati ayam Rp 25.000 per kilogram, dan ceker bersih tanpa kulit harganya Rp 35.000 per kilogram. Pedagang tidak terpengaruh mau harga murah atau mahal dari agennya, karena kami hanya menyesuaikan saja. Yang paling penting kalau harga murah, pedagang lebih mudah menjualnya," jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #daging ayam