TARAKAN – Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 di wilayah hukum Polres Tarakan berjalan aman dan terkendali. Meski sempat terjadi beberapa peristiwa, seluruh kejadian dapat ditangani dengan cepat oleh aparat kepolisian.
Pelaksana Harian (Plh) Kabag Ops Polres Tarakan, AKP Jamzani, mengatakan secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Operasi Lilin berlangsung kondusif.
“Alhamdulillah, Operasi Lilin berjalan dengan aman dan terkendali. Walaupun ada beberapa kejadian seperti laka lantas dan penganiayaan, semuanya bisa diatasi dengan cepat,” ujarnya, Senin (5/1).
Menurutnya, tujuan utama Operasi Lilin adalah meminimalisir kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, khususnya kecelakaan lalu lintas dan tindak pidana. Selama operasi, tidak ditemukan kejadian yang bersifat menonjol dan berlarut-larut.
AKP Jamzani menyebut, kejadian menonjol yang tercatat selama masa operasi adalah kasus penganiayaan. Selain itu, terdapat pula kecelakaan lalu lintas di kawasan Juwata yang menimbulkan korban.
“Untuk kejadian menonjol, penganiayaan menjadi yang paling dominan. Ada juga laka lantas di Juwata yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.
Pasca berakhirnya Operasi Lilin, Polres Tarakan tetap melanjutkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Hal ini dilakukan karena puncak arus mudik Natal terjadi pada hari Minggu.
“Karena tanggal 2 masih hari Sabtu, kami lanjutkan KYRD sampai hari ini. Arus mudik paling ramai terjadi di Pelabuhan SDF, namun Alhamdulillah berjalan aman dan terkendali,” katanya.
Selain itu, Polres Tarakan juga menangani beberapa kasus pidana setelah Operasi Lilin berakhir, termasuk kasus penganiayaan di kawasan Pantai Amal dan Perikanan. Untuk kasus di Perikanan, dua pelaku telah diamankan dan ditahan, sementara satu pelaku lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
“Kasus di Perikanan sudah kami tangani, dua orang diamankan dan satu masih DPO,” ungkapnya.
Sementara itu, dari laporan pos pengamanan terpadu di bandara maupun pelabuhan, tidak ditemukan kejadian menonjol. Laporan yang masuk umumnya terkait barang tertinggal atau kelupaan penumpang.
“Paling sering hanya barang tertinggal. Itu pun kebanyakan sudah berhasil ditemukan dan dikembalikan oleh petugas,” ujarnya.
AKP Jamzani mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengalami kehilangan barang, agar memudahkan petugas melakukan penelusuran.
Terkait pengamanan malam pergantian tahun dan aktivitas masyarakat seperti penggunaan petasan dan kembang api, pihak kepolisian telah meningkatkan patroli sejak Jumat sore. Imbauan larangan penggunaan petasan juga terus disampaikan kepada masyarakat.
“Patroli kami tingkatkan untuk antisipasi. Alhamdulillah, situasi aman, lalu lintas lancar, dan kegiatan masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Ia menambahkan, menjelang awal tahun terjadi peningkatan kasus pencurian. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
“Kami imbau warga untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai ada niat dan kesempatan yang memudahkan pelaku melakukan pencurian,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT