TARAKAN - Di awal tahun 2026 Kota Tarakan cukup intens diguyur hujan, sehingga menimbulkan banyak genangan air di lingkungan masyarakat. Melihat kondisi ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau kepada masyarakat agar tidak lalai dalam mencegah potensi perkembangan biakan nyamuk di sekitar lingkungan rumah.
Hal itulah yang diungkapkan dr Devi Ika Indriarti M.Kes, di mana saat musim hujan merupakan momen yang rawan terhadap penyebaran Demam Berdarah dangue (DBD). Dikatakannya, hal itu ditandai dengan meningkatnya perkembang biakan nyamuk di lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, pencegahan dapat dilakukan dengan berarti menguras, menutup dan mengubur/mendaur ulang (3M).
"Sejauh ini kami rutin melakukan penyaluran Abate kepada titik spot yang sebelumnya ditemukan kasus DBD. Perkembangan nyamuk Aedes aegypt saat hujan bisa dua kali lebih cepat dari iklim normal. Nyamuk ini memanfaatkan genangan air seperti di bak mandi, tandon atau di kaleng bekas atau genangan di sampah. Jadi ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tetap waspada," ujarnya, Minggu (4/12).
"Selain menjaga kebersihan lingkungan dari kaleng bekas yang ada airnya, kebersihan toren dan bak mandi juga perlu, dan penaburan bubuk larvasida juga harus dilakukan. Jangan takut, bubuk larvasida aman digunakan di penampungan air dan aman digunakan untuk mandi," sambungnya.
Dikatakannya, genangan air juga dapat terbentuk dari wadah yang tidak kita duga seperti penampungan air dispenser serta di belakang kulkas. Sehingga genangan air di wadah ini menurutnya kerap luput dari perhatian masyarakat.
"Tidak jarang kami temukan jentik-jentik nyamuk di penampungan air baik itu dispenser maupun di belakang kulkas dalam jumlah banyak. Selain itu, pada genangan air di tanaman bunga, hati-hati yang memiliki bunga menggunakan air. Terkadang Itu dimanfaatkan nyamuk untuk bertelur. Ini penting untuk kita cek secara berkala," ucapnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT