TARAKAN – Dunia olahraga Kalimantan Utara (Kaltara) berduka. Salah satu atlet potensial cabang olahraga panjat tebing, Philipus Rinaldi Ama Payong Ata Mukin, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Kabupaten Nunukan, Sabtu (3/1) lalu.
Kepergian atlet muda berusia 22 tahun ini menjadi kehilangan besar bagi pembinaan olahraga di Bumi Benuanta. Philipus selama ini dikenal sebagai atlet dengan prospek cerah dan masuk dalam jajaran atlet andalan Kaltara di level nasional.
Kabar duka tersebut menyebar luas di media sosial dan dibenarkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara.
Wakil Ketua Umum II KONI Kaltara Bidang Pembinaan dan Prestasi, H. Widodo Dwi Santosa, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya atlet yang pernah memperkuat kontingen Kaltara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.
“Kami sangat berduka. Kaltara kehilangan salah satu atlet potensial di cabang panjat tebing. Almarhum memiliki kemampuan dan masa depan yang sangat baik,” ujar Widodo.
Menurut Widodo, Philipus merupakan atlet yang masih berada pada usia emas untuk pengembangan prestasi. Dengan usia yang masih muda, almarhum dinilai berpeluang besar kembali memperkuat Kaltara pada PON XXII Tahun 2028 di NTB dan NTT, sekaligus menjadi tulang punggung regenerasi atlet panjat tebing daerah.
“Secara pembinaan, atlet ini masih sangat bisa dikembangkan. Potensi prestasinya besar dan kami menaruh harapan tinggi terhadap yang bersangkutan,” katanya.
Widodo menambahkan, kepergian Philipus bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sesama atlet, tetapi juga berdampak pada proses pembinaan olahraga prestasi di Kaltara.
KONI Kaltara pun berharap semangat dan dedikasi almarhum dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya di daerah. “Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT