TARAKAN – Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesian Pickleball Federation (IPF) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi bertugas. H. Andi Hamzah bersama jajaran pengurus dikukuhkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) IPF, Susilo, di Hotel Galaxy Tarakan, Selasa (30/12/) lalu.
Ketua Pengprov IPF Kaltara H. Andi Hamzah menegaskan, komitmennya untuk mengembangkan cabang olahraga pickleball di Bumi Benuanta. Ia menyebut, sejumlah program strategis telah disiapkan agar olahraga ini dapat berkembang pesat dan melahirkan atlet berprestasi.
“Insya Allah kita akan berlari. Langkah awal adalah membentuk dan mengukuhkan kepengurusan IPF di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltara sebagai ujung tombak pembinaan di daerah,” ujar Andi Hamzah.
Selain pembentukan kepengurusan daerah, Pengprov IPF Kaltara juga mengagendakan pelatihan pelatih dan wasit sebagai bagian dari proses kaderisasi. Melalui pembekalan tersebut, diharapkan lahir sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan mengajarkan pickleball di daerah masing-masing.
Tak hanya itu, pembangunan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian serius. Andi Hamzah menyebut pihaknya akan berupaya membangun lapangan pickleball di daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas pendukung.
“Pembinaan tidak akan berjalan maksimal tanpa fasilitas. Karena itu, pembangunan lapangan juga menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Untuk memperluas jangkauan dan popularitas pickleball, Pengprov IPF Kaltara juga berencana menggandeng sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan pickleball sejak dini sekaligus menjaring bibit atlet potensial.
Target jangka panjang yang dipasang cukup ambisius. Andi Hamzah berharap Kaltara dapat ambil bagian pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Target kita jelas, Kaltara bisa masuk PON. Untuk itu kami mohon dukungan semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen PB IPF Susilo menjelaskan, pickleball merupakan cabang olahraga yang relatif baru di Indonesia dan mulai dikenalkan sejak 2019. Meski demikian, perkembangan pickleball terbilang sangat pesat, dengan banyaknya kejuaraan yang digelar baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Hampir setiap minggu ada kejuaraan pickleball. Untuk event besar, ada World Pickleball Championship di Bali biasanya bulan September, Indonesia Open bulan Juni, serta kejuaraan junior pada November. Itu agenda rutin PB IPF setiap tahun,” ungkap Susilo.
Ia menambahkan, pickleball telah diekshibisikan pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Hal ini membuka peluang besar agar pickleball dapat dipertandingkan secara resmi pada PON XXII/2028 mendatang. “Harapannya, pickleball bisa menjadi cabang olahraga resmi di PON 2028,” katanya.
Di level internasional, pickleball juga berpeluang tampil pada SEA Games 2027 di Malaysia. Saat ini, kepengurusan IPF telah terbentuk di 34 provinsi di Indonesia, termasuk Kaltara.
“Dengan struktur organisasi yang sudah lengkap, kami berharap pickleball semakin berkembang dan dikenal luas masyarakat, sejajar dengan cabang olahraga lainnya,” pungkas Susilo. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT