TARAKAN – Jelang pergantian malam tahun baru 2026, jagung mulai diburu masyarakat Kota Tarakan. Hal itu terlihat dari sejumlah pasar tradisional di Kota Tarakan. Sehingga kondisi ini menimbulkan banyaknya pedagang musiman yang hadir untuk menjual komoditi yang dibutuhkan pada perayaan tahun baru.
Marlina salah satu Pedagang Jagung yang berlokasi di pasar sayur Jalan Aki Balak mengaku jika jagung dagangannya laris-manis setiap menjelang tahun baru. Kendati demikian, ia menegaskan momentum ini tidak dimanfaatkannya untuk mencari keuntungan semaksimal mungkin untuk menaikkan harga. Namun ia menerangkan tetap mempertahankan harga seperti hari biasanya.
"Kalau peningkatan pembeli kalau mau tahun baru. Puji Tuhan ini rezeki akhir tahun. Kalau Harga jagung masih tetap Rp 20 ribu. Kalau yang tongkolnya besar isinya 4, kalau yang kecil isi 5 tongkol. Pembeli sudah mulai ramai dari kemarin," ujarnya, Selasa (30/12).
“kalau kami di sini mau banyak yang cari atau sedikit harganya tetap sama. Kami tidak pernah menaikan harga begitu juga harga sayur. Orang banyak beli saja kita sudah bersyukur, tidak perlu menaikkan harga, harga normal saja kita sudah untung, itu sudah cukup," sambungnya.
Diungkapkannya, selain menjual dalam berbentuk renteng bongol, pihaknya juga menerima pembelian perkarung. Diungkapkannya, harga perkarungnya sebesar Rp 300 ribu. Dikatakannya, harga perkarungnya juga tetap sama alias tidak ada kenaikan dari hari biasa.
"Banyak juga yang beli berkarung, ada juga yang bulan lalu sudah pesan memang nanti diambil 2 hari sebelum tahun baru. Kalau ada yang pesan saya lihat dulu di kebun, ini bisa disimpan sampai bulan depan atau tidak. Kalau tidak bisa coba cari ke petani lain. Kalau saya punya kebun jagung sendiri, tapi kadang juga beli dari petani lain. Kalau jagung ini kan masa panennya 70 hari, jadi kalau belum masuk masa panennya belum bisa diambil," katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT