Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Rehabilitasi Irigasi Kaltara Capai 90 Persen, Akhir Januari 2026 Ditargetkan Rampung

Eliazar Simon • Selasa, 30 Desember 2025 | 16:38 WIB

 

REHABILITASI: Daerah Irigasi rawa Semenggaris saluran sekunder yang proses rehabilitasinya sudah diselesaikan oleh BWS Kalimantan V Tanjung Selor.
REHABILITASI: Daerah Irigasi rawa Semenggaris saluran sekunder yang proses rehabilitasinya sudah diselesaikan oleh BWS Kalimantan V Tanjung Selor.

TARAKAN – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor mencatat progres rehabilitasi daerah irigasi (DI) di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga akhir Desember 2025 telah mencapai sekitar 90 persen secara keseluruhan.

Program strategis nasional ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kepala BWS Kalimantan V, Mustafa S.ST., M.T., menjelaskan pelaksanaan rehabilitasi irigasi tahun 2025 dibagi dalam tiga tahap yang tersebar di berbagai kabupaten di Kaltara, bahkan sebagian wilayah kabupaten berau provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)

“Program ini kita jalankan dalam tiga tahap. Tahap pertama alhamdulillah sudah selesai 100 persen sejak awal Oktober 2025,” ujar Mustafa.

Mustafa mengungkapkan, tahap pertama sempat mengalami kendala administratif terkait proses pembayaran. Namun persoalan tersebut telah diselesaikan menjelang akhir Desember. “Memang ada sedikit kendala pembayaran, tapi alhamdulillah sampai terakhir Desember ini sudah terealisasi seluruhnya,” jelasnya.

Tahap pertama menjadi fondasi awal percepatan rehabilitasi irigasi yang ditujukan untuk mendukung target peningkatan produksi pangan, khususnya di Kaltara. Sementara itu, tahap kedua yang dilaksanakan di Kabupaten Bulungan dan Nunukan, telah mencapai progres fisik antara 85 hingga 90 persen. Namun tahap ini belum bisa diselesaikan sepenuhnya hingga akhir tahun anggaran 2025.

Kendala utama berasal dari aspek sosial, terutama jalur irigasi yang melintasi lahan milik masyarakat. Hal tersebut memerlukan proses sosialisasi yang cukup panjang dan berulang. “Beberapa daerah irigasi jalurnya melewati lahan masyarakat. Kita perlu sosialisasi berkali-kali agar tidak terjadi konflik, dan itu memakan waktu,” ungkap Mustafa.

Ia memastikan pekerjaan tahap kedua tetap dilanjutkan lintas tahun anggaran dan ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026. Adapun tahap ketiga menjadi pekerjaan paling menantang karena kontrak baru ditandatangani pada bulan November. Selain proses lelang yang cukup panjang, waktu pelaksanaan konstruksi hanya sekitar satu bulan lebih.

“Waktunya sangat terbatas, ditambah lagi melewati beberapa lahan masyarakat yang juga memerlukan sosialisasi. Ini yang membuat progresnya baru sekitar 65 persen,” katanya.

Tahap ketiga tersebar di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan, serta dua daerah irigasi di Kabupaten Berau, Kaltim, yakni DI Semuruk dan DI Lebanan.
Meski demikian, Mustafa optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan pada Januari 2026.

“Kita tetap bekerja tanpa libur, termasuk saat Nataru Semua berjalan terus sampai selesai,” tegasnya.

Untuk pekerjaan yang belum rampung hingga akhir 2025, BWS Kalimantan V menggunakan mekanisme lintas tahun anggaran sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 84 Tahun 2025 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).

“Kontrak dilakukan adendum perpanjangan. Dan anggarannya dari sisa pekerjaan mengunakan mekaniame RPATA, sehingga pekerjaan tetap bisa dilanjutkan sampai selesai” jelas Mustafa.

Berdasarkan hasil rencana percepatan pelaksanaan bersama PPK, Satker, dan pihak pelaksana PT. WIJAYA KARYA —pekerjaan ditargetkan selesai paling lambat akhir Januari 2026,

Secara keseluruhan, rehabilitasi irigasi tahun 2025 mencakup luasan lebih dari 8.500 hektare, mayoritas berada di Kalimantan Utara. Luasan tersebut dinilai sangat strategis untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi. “Kalau kita total, sekitar 8.500 hektare lebih luas irigasi yang kita tangani selama setahun ini,” katanya.

Mustafa berharap dengan infrastruktur irigasi yang lebih baik, Kalimantan Utara dapat meningkatkan produksi beras dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Harapan kita jelas, produksi padi meningkat. Kaltara tidak perlu lagi impor beras dari daerah lain,” tegasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#kaltara #irigasi #pertanian