Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ibadah Natal di Kota Tarakan Berjalan Khidmat

Zakaria RT • Kamis, 25 Desember 2025 | 19:15 WIB
BERKAT : Jemaat Gereja Paroki Santa Maria Imakulata menerima berkat dari romo gereja.
BERKAT : Jemaat Gereja Paroki Santa Maria Imakulata menerima berkat dari romo gereja.

TARAKAN - Ribuan Umat Kristiani di Kota Tarakan melaksanakan ibadah Natal dengan memadati berbagai gereja di Kota Tarakan. Hal itu terpantau dari beberapa Gereja Paroki Santa Maria Imakulata dan Gereja Betesday God Miracle melaksanakan ibadah Misa Natal pada Kamis (25/12). Banyaknya jemaat membuat panitia gereja harus membagi jadwal ibadah secara bergantian agar seluruh jemaat dapat melaksanakan ibadah. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi antusias dan semangat jemaat untuk melaksanakan ibadah di hari bahagia tersebut.

Saat dikonfirmasi, Pastor Gereja Khatolik Santa Maria Imakulata, Antonius Andri Atmoko menerangkan, setiap tahunnya jemaat Gereja Santa Maria Imakulata terus mengalami pertambahan. Sehingga pelaksanaan ibadah tahun ini Panitia kembali harus membagi jadwal ibadah agar semua jemaat dapat menjalankan ibadah.

"Perayaan Natal hari ini sangat khidmat, sederhana dan juga tenang. Kami bersyukur bahwa semuanya berjalan dengan baik, saya juga bersyukur bahwa umat begitu banyak, dan sejak kemarin misa pertama jam 5 sore, sekitar 2 ribu orang, jam kedua juga hampir sama, 2 ribu orang. Lalu tadi pagi sekitar 1.000 di dalam gereja, tapi yang siang ini cukup banyak juga sekitar 2.000an umat,"ujarnya.

"Seperti yang disampaikan dalam tema Natal Nasional "Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga" yang dirayakan bukan hanya sebuah ulang tahun kelahiran, tetapi bahwa kedatangannya membawa perubahan. Paling nyata dialami para gembala mereka bertemu dengan bayi kecil itu tapi kemudian mereka berubah menjadi penuh sukacita karena di dalam bayi itulah ada janji keselamatan yang diwartakan,"sambungnya.

Dikatakannya, perayaan Natal tahun ini para jemaah terlihat lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menduga hal tersebut tidak terlepas dari situasi ekonomi saat ini. Kendati demikian, Romo Antonius menegaskan bahwa kesederhanaan adalah hal positif yang kepercayaan Katolik. Menurutnya, kesederhanaan mengajarkan manusia arti kesabaran dan tidak berlebih-lebihan menjalani hidup di dunia.

Sementara itu, Pendeta Gereja Betesday God Miracle Pdt Joko Susanto menerangkan, tahun ini Gereja Betesday melaksanakan dua sesi ibadah lantaran banyaknya jemaat melebihi kapasitas gereja. Sehingga pihaknya membagi 2 gelombang agar seluruh jemaat Gereja Betesday dapat beribadah.

"Jumlah jemaat sekitar 600 orang sehingga kami membagi dua jadwal ibadah. Saya melihat jemaat cukup antusias, dan perayaan Natal tahun ini berjalan cukup hangat. Kami juga menekankan kepada jemaat agar dapat merayakan Natal dengan sederhana sebagai bentuk rasa suka cita bagi saudara kita di Sumatera yang terkena bencana," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #perayaan natal